JEMBER – Jejakindonesia.news || Pondok Pesantren Al-Misri Rambipuji sukses mengukuhkan diri sebagai kampiun Liga Santri Jawa Timur 2026 memperebutkan Piala Gus Bupati Jember. Gelar juara tersebut dipastikan setelah rangkaian pertandingan grand final berakhir di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Rabu (21/10/2026).
Keberhasilan Al-Misri Rambipuji menjadi puncak persaingan antarpesantren yang mempertemukan tim-tim terbaik dalam kompetisi sepak bola santri tersebut. Pondok pesantren asal Rambipuji itu menempati posisi teratas, mengungguli para pesaingnya hingga pertandingan penentuan.
Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat harus puas di posisi kedua. Sementara itu, Pondok Pesantren Raudlatus Syabab Sukowono meraih peringkat ketiga, disusul Pondok Pesantren Darus Sa’adah Ajung di posisi keempat.
Dua pertandingan terakhir menjadi penentu komposisi akhir klasemen sekaligus menyuguhkan persaingan ketat dalam perebutan gelar juara dan posisi ketiga. Antusiasme peserta dan pendukung turut mewarnai penutupan kompetisi yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengatakan Liga Santri tidak sekadar menjadi arena pertandingan, tetapi juga sarana bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, membangun karakter, dan mengukir prestasi di bidang olahraga.
Menurutnya, kompetisi tersebut memiliki nilai penting dalam menanamkan sportivitas, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren.
“Penyelenggaraan Liga Santri Jawa Timur 2026 ini merupakan salah satu upaya memeriahkan peringatan Hari Santri sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi dan prestasi di bidang olahraga,” ungkap Regar.
Ia menegaskan, Disporabudpar Jember mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.
Pemkab Jember juga berharap kompetisi serupa dapat terus berkembang dengan penyelenggaraan yang lebih matang dan menarik pada masa mendatang. Dengan dukungan berbagai pihak, Liga Santri diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus memperkuat budaya olahraga di kalangan pesantren.
“Ke depan, penyelenggaraan Liga Santri diharapkan dapat dipersiapkan secara lebih matang agar berlangsung semakin meriah dan spektakuler. Dengan persiapan yang optimal serta dukungan berbagai pihak, ajang ini diharapkan terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan atlet,” tutur Regar.
Sebagai penanda berakhirnya kompetisi, trofi Liga Santri Jawa Timur 2026 diserahkan oleh Regar Jeane Dealen Nangka bersama Ketua Askab, Abdullah Waid. Penyerahan piala tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan seluruh tim yang telah berkompetisi, sekaligus menutup rangkaian turnamen yang mempertemukan talenta-talenta sepak bola dari kalangan santri.
Kemenangan Al-Misri Rambipuji pun menjadi catatan prestasi tersendiri bagi pesantren tersebut. Lebih dari sekadar perebutan trofi, Liga Santri diharapkan terus membuka ruang bagi santri untuk berkembang, berkompetisi secara sehat, dan membawa nama pesantren melalui prestasi olahraga.
(Dodik)













