Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Wujudkan Desa Berkelanjutan, Kades Curah Cottok Resmi Teken MoU dengan UKWMS di Gelar Karya LPPM 2026

SITUBONDO — Jejakindonesia.news || Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) telah menggelar Selasa lalu (13/10/2026) yaitu Gelar Karya LPPM 2026 dengan tema “Sustainability in Action: Inovasi untuk Bumi, Masyarakat, dan Masa Depan”. Di Atrium Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, mitra binaan, serta masyarakat umum dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Situbondo.

Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan 66 Tahun UKWMS dengan semangat “A Life Improving University”. Acara resmi dibuka oleh pimpinan universitas dan dihiasi penampilan tari tradisional serta peragaan busana karya batik cetak alami (eko-prinnt) hasil program pengabdian masyarakat.

Gelar Karya tahun ini menampilkan bukan hanya hasil penelitian, tetapi produk-produk inovatif yang siap diterapkan langsung di tengah masyarakat. Beragam karya dipajang, meliputi inovasi pangan dan pertanian seperti sistem tanam hidroponik bertingkat, telur asin, dan keripik sehat produksi mitra desa; teknologi pengolahan limbah batik, mesin pencacah, dan pewarna alami, hingga produk kreatif dan kesehatan seperti kafein ramah lingkungan, minuman herbal, sabun alami, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung.

Saat itu pengunjung terlihat antusias mencoba langsung produk, berdiskusi mendalam dengan para peneliti, hingga membeli hasil karya mitra UMKM dalam jumlah besar.

Selain pameran, diselenggarakan pula seminar dan diskusi yang mengangkat topik-topik strategis, antara lain kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Situbondo, adopsi teknologi pengolahan limbah bagi perajin batik, serta inovasi bagi masyarakat yang kurang terlayani.

Dan puncak acara tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara UKWMS dan Pemerintah Desa (Pemdes) Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penandatanganan saat itu disaksikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Curah Cottok, H. Muhammad Samsuri Abbas

Kerja sama ini menjadi komitmen nyata kampus dalam mendampingi desa binaan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pemberdayaan usaha mikro, hingga penerapan teknologi tepat guna. Acara juga memberikan penghargaan kepada dosen dan mitra berprestasi atas dedikasi mereka dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Waktu itu Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UKWMS, Ir. Wenny Irawaty, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Gelar Karya bukan sekadar pameran rutin. “Sustainability in Action bukan sekadar semboyan. Ini adalah aksi nyata, inovasi untuk bumi, masyarakat, dan masa depan,” tegasnya.

Kegiatan ini menegaskan peran UKWMS sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga turut menghadirkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan lingkungan dan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Situbondo.

Dengan telah diteken MoU ini beberapa hari yang lalu maka menurut Kades Curah Cottok H. Muhammad Samsuri Abbas saat memberikan penjelasan kepada Media Jejak Indonesia, dikediamannya di Desa Curah Cottok, Kamis (22/10/2026).

“Bahwa kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ini adalah jembatan ilmu dari kampus yang akan kami terapkan langsung di desa, untuk warga, untuk kemandirian, dan untuk masa depan Desa Curah Cottok yang lebih berkelanjutan. Kami siap bergerak bersama UKWMS, karena perubahan nyata dimulai dari sinergi yang kokoh,” pungkasnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!