Sorong, – Jejakindonesia.news // Satuan Tugas Wilayah (SATGASWIL) Papua Barat terus memperkuat benteng pertahanan wilayah dari ancaman ideologi menyimpang. Langkah ini ditegaskan melalui audiensi dan koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., bersama Plt. Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si., di Kota Sorong, Kamis (23/4/2026).
Kombes Pol. Gede Suardana menekankan bahwa deteksi dini terhadap dinamika situasi di lapangan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Menurutnya, komunikasi lintas instansi adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Sinergitas antar-instansi pemerintah sangat krusial. Kita perlu memastikan adanya sistem deteksi dini yang kuat agar paham IRET tidak mendapatkan ruang sedikit pun untuk berkembang di tengah masyarakat Papua Barat Daya,” tegas Kombes Pol. Gede Suardana.
Selain aspek pengawasan teknis, audiensi ini juga menyoroti peran strategis Kesbangpol dalam membina wawasan kebangsaan. Penguatan ideologi Pancasila, terutama bagi generasi muda, disepakati sebagai fondasi utama dalam membentengi masyarakat dari infiltrasi paham radikal yang kerap memanfaatkan celah kurangnya pemahaman ideologi negara.
Sebagai langkah nyata, kedua pihak sepakat untuk:
* Meningkatkan frekuensi pertukaran informasi strategis terkait potensi gangguan keamanan.
* Menggelar sosialisasi bersama secara berkelanjutan mengenai bahaya radikalisme.
* Melakukan pemetaan wilayah rawan secara lebih detail dan terpadu.
* Melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda sebagai mitra aktif dalam menjaga kondusivitas daerah.
Melalui kolaborasi intensif ini, diharapkan ketahanan nasional di tingkat lokal semakin kokoh. Upaya ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan Provinsi Papua Barat Daya tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan bersih dari segala bentuk ancaman ideologi menyimpang.













