Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Dari Honorer DPRD hingga Terseret OTT KPK, Sosok Suci Nitia Edward Jadi Sorotan di Balik Dugaan Korupsi Bupati Kuansing

Jakarta – jejakindonesia.news||Kuantan Singingi kembali menjadi sorotan nasional setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut, muncul satu nama yang turut menjadi perhatian publik, yakni Suci Nitia Edward (SC), perempuan yang ikut diamankan dalam operasi senyap lembaga antirasuah itu.

Nama SC bukan sosok yang asing di lingkungan pemerintahan maupun politik Riau. Berdasarkan berbagai informasi yang beredar, ia pernah mengabdi sebagai tenaga honorer di Sekretariat DPRD Provinsi Riau pada tahun 2017 dan ditempatkan di Fraksi Hanura. Pada periode itu pula, Suhardiman Amby masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau, sehingga keduanya disebut telah saling mengenal sejak masih berada di lingkungan legislatif.

Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya disebut semakin dekat. Bahkan, isu mengenai kedekatan tersebut telah lama menjadi pembicaraan masyarakat Kuantan Singingi sejak 2018. Berbagai informasi yang beredar menyebut hubungan itu berlanjut hingga pernikahan siri, meski hal tersebut merupakan ranah pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan perkara pidana yang kini tengah diusut KPK.

Sorotan publik semakin menguat setelah Suhardiman Amby dipercaya memimpin Kabupaten Kuantan Singingi sebagai bupati. SC disebut tidak menempati jabatan formal di pemerintahan, namun kerap disebut berada di balik layar dan memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan. Dalam perkara yang sedang diusut KPK, ia diduga menjadi salah satu pihak yang dipercaya membantu komunikasi terkait sejumlah proyek yang kini menjadi objek penyidikan.

Saat KPK melakukan operasi tangkap tangan, SC ikut diamankan bersama sejumlah pihak lainnya untuk menjalani pemeriksaan intensif. Keterlibatannya dalam proses hukum tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana perannya dalam dugaan praktik korupsi yang sedang dibongkar penyidik.

Kasus ini kini tidak lagi dipandang sekadar menyangkut hubungan personal antara seorang kepala daerah dan orang terdekatnya. Fokus utama penyidik adalah mengungkap dugaan tindak pidana korupsi, suap, maupun praktik penyalahgunaan kewenangan yang diduga telah merugikan kepentingan masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Perjalanan hidup SC pun menjadi perhatian. Dari seorang tenaga honorer di lingkungan DPRD Provinsi Riau, namanya kemudian dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kepala daerah, hingga akhirnya ikut terseret dalam pusaran perkara hukum yang kini menjadi perhatian nasional.

Publik berharap KPK dapat mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sementara pihak yang tidak terbukti harus dipulihkan hak dan nama baiknya.

Di sisi lain, penting untuk menegaskan bahwa seluruh pihak yang diperiksa maupun yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah. Penilaian mengenai bersalah atau tidaknya seseorang sepenuhnya merupakan kewenangan pengadilan melalui putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Masyarakat Kuantan Singingi kini berharap daerah yang selama ini dikenal dengan kekayaan budaya, tradisi Pacu Jalur, serta potensi sumber daya alamnya, tidak terus-menerus menjadi sorotan karena kasus korupsi. Harapan terbesar adalah lahirnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat kembali pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *