Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Perkuat Peran Kelembagaan Pangan.

Buleleng ,- Jejakindonesia.news // Selasa 13 April 2026 — Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Salah satu upaya nyata dilakukan melalui kegiatan pembinaan terhadap kelembagaan pangan masyarakat di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ni Made Atmadewi, SP., MAP selaku Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya bersama Desak Made Dewi Prananingsih, SP selaku Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda.

Pembinaan difokuskan pada penguatan peran Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) sebagai ujung tombak stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pembinaan di dua lokasi, yakni Subak Tukad Pule (LUPM) di Desa Sanggalangit dan LDPM Gapoktan Darma Winangun di Desa Tukad Sumaga.

Pada Subak Tukad Pule, sejumlah permasalahan yang ditemukan antara lain mundurnya masa panen akibat tanaman padi yang belum siap dipanen meski telah berusia 95 hari, keterbatasan alat mesin pertanian seperti combine harvester dan dryer saat panen raya, serta minimnya tenaga operator traktor.

Selain itu, petani juga mengharapkan adanya data peta musim panen untuk mendukung optimalisasi penyerapan gabah.

Menanggapi hal tersebut, Dinas memberikan pendampingan mulai dari pra hingga pascapanen, serta menampung aspirasi petani terkait bantuan permodalan dan fasilitasi usaha pangan.

Selain itu,
dilakukan pengecekan bantuan sarana tahun 2017 yang masih dalam kondisi baik, seperti mesin polish N70, elevator 4 meter, serta perlengkapan mesin sealer.

Sementara itu, pada Subak Yeh Lembu, petani mengusulkan penyediaan jaringan listrik PLN guna mendukung operasional alat pertanian berbasis dinamo.

Di lokasi berbeda, yakni LDPM Gapoktan Darma Winangun, ditemukan sejumlah kendala seperti rendahnya keberanian anggota dalam membeli gabah akibat trauma kerugian sebelumnya, keterbatasan sarana prasarana, serta manajemen usaha yang belum tertata dengan baik.

Selain itu, kebutuhan akan pelatihan teknis juga menjadi perhatian utama.

Dinas merespons dengan memberikan penguatan fungsi LDPM sebagai stabilisator harga melalui pengelolaan cadangan pangan, mendorong peningkatan partisipasi anggota, serta mengusulkan bantuan sarana prasarana melalui program pemerintah.

Monitoring dan evaluasi berkala juga akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan usaha.

Ni Made Atmadewi menyampaikan harapannya agar kelembagaan pangan di tingkat masyarakat dapat semakin kuat dan mandiri.

“Kami berharap melalui pembinaan ini, LDPM dan LUPM mampu berperan optimal dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dukungan berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas juga merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam bentuk pembinaan dan bantuan usaha, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penguatan jejaring pemasaran, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan peran aktif kelembagaan pangan masyarakat di Kabupaten Buleleng.( Roy/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *