BANYUWANGI –jejakindonesia.news|| Jum`at (6/6), Peran generasi muda dalam mengawal pembangunan dan mengkritisi kebijakan publik menjadi tema utama dalam kegiatan Diskusi Publik: Peran Pemuda dalam Mengkritisi Kebijakan Publik di Tingkat Lokal dan Nasional yang akan diselenggarakan oleh BEM Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi Periode 2026/2027.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan mahasiswa, pemuda, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta para pemangku kebijakan untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tingkat daerah maupun nasional.
Diskusi publik tersebut rencananya akan menghadirkan sejumlah narasumber penting, yakni Ketua DPRD Banyuwangi, Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, dan Dandim 0825/Banyuwangi, yang akan berbagi pandangan mengenai pembangunan daerah, tata kelola pemerintahan, keamanan, serta partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Ketua BEM Untag Banyuwangi Periode 2026/2027 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya intelektual dan partisipatif di kalangan mahasiswa. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kritik, masukan, dan solusi terhadap berbagai kebijakan publik.
Melalui forum ini, peserta akan diajak mendiskusikan pentingnya kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, penguatan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah, serta peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga legislatif, dan kalangan akademisi dalam membangun Banyuwangi yang lebih maju, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Panitia berharap diskusi publik tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian aspirasi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat menjadi rekomendasi bagi pengambilan kebijakan di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan hadirnya para pemangku kepentingan dan keterlibatan aktif generasi muda, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya dialog, meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa, serta mendorong lahirnya kepemimpinan muda yang peduli terhadap masa depan bangsa













