Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Gudang Perakitan Kembang Api di Denpasar Timur Terbakar, Dua Orang Luka Bakar

DENPASAR – Jejakindonesia.news || Sebuah gudang yang digunakan untuk perakitan kembang api show di Jalan Siulan, Gang Sekar Buana, Banjar Buaji, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur, terbakar pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kebakaran diduga bermula saat sejumlah pekerja sedang merakit dan merapikan kembang api pesanan untuk keperluan show di Karangasem yang rencananya digelar pada 17 September 2026.

Berdasarkan keterangan saksi, kegiatan perakitan telah dilakukan sejak sekitar pukul 08.00 Wita. Pemilik gudang, Mochammad Ali, bersama enam orang karyawannya berada di lokasi untuk melakukan perakitan.

Sekitar pukul 15.00 Wita, saat proses perakitan dan pelakbanan kembang api berlangsung, tiba-tiba muncul percikan api yang langsung menyulut material kembang api. Letusan kemudian terjadi dan api dengan cepat menyambar kembang api lainnya hingga kebakaran membesar.

Salah seorang saksi, I Wayan Merta (20), mengatakan dirinya bersama sejumlah rekannya sedang merangkai kembang api pesanan tersebut. Saat kembang api dirapikan menggunakan lakban, tiba-tiba terjadi letusan yang kemudian dengan cepat menyebar ke berbagai arah.

Dalam kejadian tersebut, ayah Wayan Merta, I Made Gede (50), tidak sempat menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Ia masuk ke kamar mandi karena kepulan asap yang pekat dan kemudian pingsan.

I Made Gede mengalami sesak napas serta luka bakar pada kedua kaki. Ia kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar dan mendapat perawatan di RS Dharma Yadnya.

Sementara itu, seorang pekerja lainnya, Tina (27), juga mengalami sesak napas dan luka bakar pada telapak kaki sebelah kiri. Tina sempat dibawa ke Klinik Brimob Tohpati dan setelah mendapat penanganan medis diperbolehkan pulang.

Saksi lainnya, Wayan Ari (35), menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Saat para pekerja sedang merangkai kembang api, terdengar suara letusan dari kembang api yang sedang dirapikan menggunakan lakban. Api kemudian menyala dan menyambar material kembang api lainnya sehingga membuat para pekerja panik dan berupaya menyelamatkan diri.

Saksi lain, Andi Ramadhan (28), juga menyebut api muncul setelah terjadi letusan dari kembang api yang sedang dirakit. Api kemudian dengan cepat menyambar kembang api lainnya dan menyebabkan kebakaran.

Hal serupa disampaikan Putu Sumiasa (50). Ia mengaku terkejut ketika tiba-tiba terdengar letusan dari arah belakang tempatnya bekerja. Dalam waktu singkat, api menyambar kembang api lainnya hingga kebakaran terjadi.

Rumah dan Sejumlah Kendaraan Terbakar

Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah semi permanen milik Mochammad Ali beserta seluruh isinya ikut terbakar. Selain itu, terdapat dua unit sepeda motor yang juga terbakar dan hingga kini masih dalam proses identifikasi.

Kebakaran juga berdampak pada sebuah bengkel sepeda motor custom milik Putu Gede Indra, warga asal Kubutambahan, Buleleng, yang berada tepat di depan lokasi awal kebakaran.

Sebanyak delapan unit sepeda motor berbagai merek dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut. Namun, proses inventarisasi terhadap kendaraan yang terbakar masih belum dapat dilakukan karena pemilik bengkel tidak berada di lokasi.

Hingga berita ini ditulis, total kerugian material belum dapat ditaksir karena masih dilakukan pendataan dan inventarisasi oleh para korban.

Api Berhasil Dikuasai

Petugas pemadam kebakaran Kota Denpasar bersama BPBD Kota Denpasar langsung melakukan penanganan terhadap kobaran api.

Sekitar pukul 17.30 Wita, api berhasil dikuasai setelah petugas mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran (BW), satu unit mobil rescue, serta satu unit mobil rescue BPBD Kota Denpasar.

Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan dan pendalaman pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta melakukan pendataan terhadap kerugian dan dampak yang ditimbulkan.

Catatan: Dugaan penyebab kebakaran dalam berita ini disusun berdasarkan keterangan awal para saksi. Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!