Jember – Jejakindonesia.news // Bupati Jember Muhammad Fawait memaparkan sejumlah kebijakan dan program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember saat menghadiri kegiatan Pro Guse Update di SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026). Mulai dari pengawasan pertambangan, pelayanan kesehatan berbasis rumah, hingga pengembangan sektor pariwisata menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember akan membuka informasi kepada publik mengenai perusahaan tambang galian C yang mengantongi izin resmi. Data tersebut akan mengacu pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut bertujuan agar masyarakat dapat ikut mengawasi aktivitas pertambangan dan segera melaporkan jika menemukan dugaan penambangan ilegal.
“Kami akan mempublikasikan perusahaan mana saja yang memiliki izin. Jika ada aktivitas tambang yang tidak masuk dalam daftar tersebut, masyarakat dan media kami harapkan segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah dan aparat berwenang,” tegasnya.
Gus Fawait juga meluruskan informasi mengenai kebijakan pajak daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah hanya memberikan penghapusan sanksi administrasi atau denda, sedangkan kewajiban membayar pajak pokok tetap berlaku.
Di sektor kesehatan, Pemkab Jember akan meluncurkan program Home Care pada 24 Juli 2026. Program ini menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, serta kelompok rentan lainnya.
Pelayanan tersebut akan dijalankan oleh tenaga kesehatan dari 50 puskesmas dengan dukungan rumah sakit daerah, sehingga masyarakat yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan tetap dapat memperoleh layanan medis.
Selain pelayanan kesehatan, Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah kembali menggelar sejumlah event daerah setelah melalui kajian ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut mampu menggerakkan sektor ekonomi dan meningkatkan aktivitas masyarakat.
Di bidang pariwisata, Pemkab Jember juga menyiapkan strategi yang lebih luas. Tidak hanya mengembangkan wisata berbasis event, pemerintah juga mendorong penguatan wisata kesehatan melalui peningkatan layanan RSUD dr. Soebandi yang kini menjadi rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten/kota.
Sementara itu, sektor pendidikan diarahkan menjadi daya tarik baru melalui berbagai inovasi agar semakin banyak pelajar dari luar daerah memilih Jember sebagai tempat menempuh pendidikan. Di sisi lain, destinasi wisata alam di kawasan pantai selatan dan pegunungan utara juga akan dibenahi dan dipromosikan secara lebih masif.
Menutup sambutannya, Gus Fawait mengajak masyarakat menghadiri peluncuran program Home Care pada 24 Juli mendatang sebagai bagian dari komitmen Pemkab Jember dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan merata bagi seluruh warga.
(Dodik)













