Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Homecare Tembus Pelosok Jelbuk, Gus Fawait Temukan Dua Nenek yang Saling Jadi Penopang

JEMBER – Jejakindonesia.news || Program Homecare Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyusuri pelosok warga. Kali ini, layanan kesehatan jemput bola tersebut menyasar Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Senin (5/10/2026).

Bupati Jember Gus Fawait tidak sekadar memantau dari jauh.
Ia ikut turun langsung bersama jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk untuk melihat kondisi warga yang menjadi sasaran program.

Menariknya, medan menuju lokasi membuat Gus Fawait memilih menggunakan sepeda motor. Jalan menuju sejumlah rumah warga di kawasan tersebut dinilai lebih mudah dilalui kendaraan roda dua.

Di tengah perjalanan, Gus Fawait berhenti di sebuah rumah sederhana yang berdiri di atas gumuk. Di rumah berdinding anyaman bambu itu, tinggal dua perempuan lanjut usia, Misti dan Buya, yang merupakan saudara.
Keduanya hidup dalam keterbatasan.

Misti mengalami tunanetra, sementara Buya merupakan penyandang tunarungu. Meski memiliki keterbatasan berbeda, keduanya justru saling melengkapi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Buya menjadi mata bagi Misti, sementara Misti menjadi teman bagi Buya dalam menjalani hari-hari yang sunyi. Mereka tetap bahu-membahu mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk memasak dan berbagai aktivitas sederhana lainnya.

Kondisi hunian tersebut membuat Gus Fawait berinisiatif menawarkan bantuan rehabilitasi rumah melalui program Pemerintah Kabupaten Jember.

Namun, tawaran itu ditolak secara halus oleh Misti. Ia mengaku masih merasa nyaman tinggal di rumah tersebut.

Celah-celah anyaman bambu yang memungkinkan cahaya matahari masuk justru menjadi bagian dari keseharian yang sudah mereka kenal.

Gus Fawait pun tidak memaksakan keinginannya.

Ia memilih menghormati keputusan kedua lansia tersebut dan mengalihkan bantuan pada bagian rumah yang dianggap lebih dibutuhkan.

“Kalau begitu, saya berencana membenahi lantainya supaya tidak lagi dingin di telapak kaki Nenek Misti dan Nenek Buya saat beraktivitas sehari-hari,” kata Gus Fawait.

Kunjungan kemudian berlanjut ke rumah Bebun, lansia berusia 86 tahun yang tinggal seorang diri.

Di usia senja, Bebun masih berusaha menjalani aktivitas secara mandiri. Untuk berjalan, ia mengandalkan tongkat kayu yang menjadi teman kesehariannya.

Kondisi rumah Bebun juga sederhana dan membutuhkan perhatian. Namun, semangatnya untuk tetap menjalani kehidupan secara mandiri masih terlihat kuat.

Melalui Homecare, Pemkab Jember berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Bukan hanya lansia, program tersebut menyasar warga sakit maupun kelompok rentan yang mengalami keterbatasan fisik sehingga kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan secara mandiri.

“Melalui Homecare, pemerintah hadir langsung ke rumah-rumah warga. Kita ingin memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Gus Fawait.

Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan dukungan terhadap kondisi hunian warga lansia yang membutuhkan perhatian.

Bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing warga, termasuk perbaikan lantai maupun fasilitas rumah agar aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Bagi Pemkab Jember, Homecare bukan hanya soal mendatangkan tenaga kesehatan ke rumah warga. Program ini sekaligus menjadi cara untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di pelosok dan memastikan kelompok rentan tidak luput dari perhatian pemerintah.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!