Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Jangan Ada Lagi Anak Jember Putus Sekolah, Gus Fawait Kerahkan Camat dan Lurah Dukung Sekolah Rakyat

Jember – Jejakindonesia.news // Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Kabupaten Jember yang putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Penegasan itu disampaikan saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di kawasan Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung, Kamis (9/7/2026).

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Gus Fawait mengaku telah menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga perangkat desa agar aktif mendata anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena kondisi ekonomi. Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan.

“Kalau masih ada anak yang tidak sekolah karena faktor biaya, saya akan meminta camat dan lurah bertanggung jawab. Jangan sampai ada lagi anak Jember kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh kebutuhan siswa akan ditanggung negara, mulai dari biaya pendidikan, asrama, makan tiga kali sehari, seragam, perlengkapan belajar, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Tak hanya menyasar anak, program tersebut juga memberikan perhatian kepada keluarga penerima manfaat. Orang tua yang masih menempati rumah tidak layak huni akan diprioritaskan memperoleh bantuan perbaikan rumah.

Gus Fawait menyebut kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah pertama yang menjalankan program tersebut.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial, Muhammad Royyani, mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat Jember telah mencapai sekitar 90 persen. Kabupaten Jember masuk kategori Tier 1, yakni daerah yang paling siap memulai operasional sekolah.

Registrasi siswa dijadwalkan dimulai pada Senin, 13 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Proses belajar mengajar akan didukung tenaga pendidik yang telah disiapkan pemerintah, termasuk bantuan guru dari Pemkab Jember selama proses rekrutmen masih berlangsung.

Manajer Proyek PT Nindya Karya, Ir. Willy Aryansah P.P., S.T., M.T., IPM., ACPE., menambahkan bahwa pembangunan kompleks Sekolah Rakyat di atas lahan seluas sekitar 7,5 hektare telah mencapai progres 90,3 persen.

Fasilitas utama seperti gedung sekolah, asrama, ruang makan, perpustakaan, masjid, serta sarana olahraga telah siap digunakan, sementara penyelesaian pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 sebelum diserahterimakan kepada pemerintah.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi instrumen pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *