JEMBER, Jejakindonesia.news || 26 September 2026 — Pesan menjaga keamanan, persaudaraan dan ketertiban kembali menjadi perhatian di Kabupaten Jember. Semangat tersebut tercermin dalam kampanye “Bersama Jaga Kedamaian, Jember Aman, Persaudaraan Tetap Terjaga” yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolres Jember saat ini dijabat AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H.. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jember.
Dalam pesan yang sejalan dengan materi publikasi tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terlebih informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Jember untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita kedepankan komunikasi, saling menghormati dan menjaga persaudaraan,” demikian statemen yang dapat digunakan untuk Kapolres Jember sesuai pesan kampanye tersebut.
Upaya menciptakan Jember yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta insan pers juga menjadi bagian penting dalam menjaga suasana yang sejuk.
Sebelumnya, Polres Jember juga memperkuat komunikasi dengan tokoh agama sebagai bagian dari upaya menjaga Harkamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat disebut penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polisi hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan, namun dukungan serta kesadaran masyarakat sangat diperlukan agar Jember tetap aman, damai dan kondusif,” lanjut statemen yang dapat digunakan dalam pemberitaan.
Sementara itu, Owner PT Cahaya Pers Group, Selamet Solichin yang akrab disapa Mbah Semar, menilai pesan menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi juga memiliki relevansi dengan peran media massa.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang berimbang, faktual dan tidak memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
“Media harus menjadi bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap sehat. Informasi harus disampaikan secara proporsional, berdasarkan fakta dan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Jangan sampai pemberitaan justru menjadi pemicu perpecahan,” demikian statemen yang dapat digunakan Mbah Semar.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi profesional antara insan pers dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, tanpa mengurangi independensi media dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
“Pers tetap memiliki fungsi kontrol sosial. Namun fungsi tersebut harus dijalankan secara profesional, berimbang dan bertanggung jawab. Yang kita jaga bersama adalah persaudaraan dan kondusivitas masyarakat,” tambahnya.
Pesan “Jangan Terprovokasi, Jangan Mudah Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi, Hormati Aturan dan Arahan Petugas, serta Utamakan Keselamatan dan Ketertiban Bersama” menjadi poin utama dalam kampanye tersebut.
Dengan semangat tersebut, masyarakat diharapkan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik, melainkan menjaga komunikasi dan persaudaraan sebagai kekuatan bersama untuk mempertahankan Jember yang aman, damai dan kondusif.













