Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250
Polri  

Maknai Hari Lahir Pancasila: Kakorlantas Polri Instruksikan Dirlantas Jajaran Rangkul Komunitas Ojol sebagai Mitra Keselamatan

Jakarta – Jejakindonesia.news // Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat. Sejalan dengan nilai-nilai tersebut, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menginstruksikan seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) di Indonesia agar memperkuat kemitraan dengan komunitas ojek online (ojol) melalui program “Polantas Menyapa dan Melayani.”

Menurut Kakorlantas, implementasi nilai-nilai Pancasila tidak hanya diwujudkan melalui seremonial peringatan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan para pengemudi ojol sebagai mitra strategis dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas.

 

“Atas petunjuk Bapak Kapolri, tepat di Hari Lahir Pancasila ini, hubungan dengan komunitas ojol harus dibangun kuat sebagai kemitraan keselamatan, bukan sekadar antara petugas dan pengguna jalan,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

 

Ia menegaskan bahwa para pengemudi ojol memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat modern. Selain menjadi bagian dari sistem transportasi perkotaan, mereka juga merupakan pihak yang setiap hari berinteraksi langsung dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

 

Dari perspektif humanis, para pengemudi ojol dinilai perlu diposisikan sebagai bagian dari solusi keselamatan jalan. Oleh karena itu, semangat kemanusiaan dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun kemitraan tersebut.

 

“Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan,” tegasnya.

 

Lima Program Kemitraan Polantas dan Ojol

 

Untuk memperkuat sinergi tersebut, Kakorlantas Polri menginstruksikan lima langkah strategis kepada seluruh jajaran Dirlantas:

 

1. Forum Komunikasi Rutin

 

Menyelenggarakan pertemuan berkala antara Polantas dan komunitas ojol guna menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan lalu lintas, serta membangun komunikasi yang konstruktif.

 

2. Duta Keselamatan Lalu Lintas

 

Mendorong pengemudi ojol menjadi pelopor keselamatan berkendara melalui kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta penyebaran edukasi kepada masyarakat.

 

3. Edukasi dan Pelatihan Bersama

 

Mengadakan pelatihan safety riding, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pemahaman regulasi lalu lintas, hingga penguatan komunikasi humanis di jalan raya.

 

4. Sistem Informasi Cepat

 

Membangun mekanisme pertukaran informasi antara Polantas dan komunitas ojol terkait kemacetan, kecelakaan, kondisi jalan, serta rekayasa lalu lintas secara cepat dan akurat.

 

5. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

 

Melaksanakan kegiatan bakti sosial, donor darah, bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, serta kampanye keselamatan lalu lintas di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

 

Wujud Nilai Pancasila di Jalan Raya

 

Kakorlantas Polri menilai bahwa semangat gotong royong yang menjadi jiwa Pancasila harus tercermin dalam setiap upaya menjaga keselamatan di jalan raya. Dengan kolaborasi yang baik antara Polantas dan komunitas ojol, diharapkan tercipta budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

 

“Polantas menjaga keselamatan, ojol menyebarkan keselamatan,” pungkas Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

 

Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, kemitraan antara Polri dan komunitas ojol diharapkan semakin kuat sebagai bentuk pengabdian bersama untuk melindungi masyarakat serta mewujudkan keamanan dan keselamatan lalu lintas di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *