Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Ngeri Bekingan ADR di Duga Mampu Membungkam Gerindra dan Presiden Prabowo

Banyuwangi-jejakindonesia.news||Penangkapan oknum anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi berinisial ADR dalam kasus penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di Surabaya beberapa waktu lalu terus memantik gelombang kritik pedas dari masyarakat. Penanganan kasus yang dinilai lamban dan tanpa sanksi tegas dari internal partai memunculkan tuduhan miring terkait adanya pembiyaran serta kekuatan “beking” di balik sang legislator. 16/10/26

​Salah SatuTokoh Muda Banyuwangi, Rio, menyampaikan kritik atas bungkamnya pimpinan partai politik terhadap kelakuan kadernya tersebut. Menurut Rio, tindakan ADR yang menjabat sebagai Bendahara DPC Partai Gerindra Banyuwangi sekaligus anggota Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi merupakan bentuk degradasi moral yang amat nyata dan melukai perasaan rakyat.

​”Masyarakat Banyuwangi tentu menolak keras memiliki wakil rakyat yang hobi ‘ngefly’ dan mengonsumsi narkoba. Perilaku ADR sama sekali tidak mencerminkan figur pejabat publik, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat,” tegas Rio dalam keterangannya.

​Rio menilai ada keanehan besar dalam penyelesaian kasus ini. Meski telah terbukti tertangkap tangan menggunakan narkoba, ADR hingga kini belum dipecat dari keanggotaan dewan maupun dari kepengurusan partai. Kondisi ini memicu spekulasi publik bahwa ADR memiliki kekuatan pelindung yang tak tersentuh hukum maupun aturan organisasi.

​”ADR ini seolah punya ‘bekingan’ yang sangat kuat. Bahkan sekelas Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua pucuk pimpinan DPP Partai Gerindra seolah dibuat tidak berani memberikan teguran keras apalagi pemecatan terhadap kadernya ini,” ujar Rio secara tajam.

​Padahal, lanjut Rio, Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Sikap pembiaran terhadap ADR dinilai sangat bertolak belakang dan mencoreng visi-misi Prabowo, baik sebagai pucuk pimpinan Partai Gerindra maupun sebagai Kepala Negara.

​Masyarakat kini mempertanyakan integritas Partai Gerindra dan Lembaga Legislatif Banyuwangi. Jika seorang pejabat publik yang jelas-jelas tertangkap menggunakan barang haram masih dipertahankan, maka komitmen pemberantasan narkoba yang digembar-gemborkan pemerintah hanyalah isapan jempol belaka.

​”Pak Prabowo sangat tegas dalam isu pemberantasan narkoba. Lantas kenapa ADR belum dipecat dari Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi padahal sudah terbukti? Apakah benar karena bekingan ADR terlalu kuat sehingga Presiden dan DPP Gerindra tidak berani mengambil tindakan tegas?” pungkas Rio mengakhiri keterangannya.

​Masyarakat mendesak DPP Partai Gerindra dan Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi untuk segera mengambil tindakan pemecatan tidak dengan hormat terhadap ADR demi menjaga marwah lembaga perwakilan rakyat dan membuktikan bahwa hukum tidak pandang bulu.

Reporter : Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!