Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Nobar “Tanah Runtuh” Semarakkan Hari Bhayangkara, Polres Kediri Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat*

KEDIRI—jejakindonesia.new|| Ratusan kursi di salah satu Bioskop ternama di Kediri terisi penuh, Jumat (4/7/2026) malam.Berbagai elemen masyarakat tampak berbaur dengan keluarga besar Polres Kediri mengikuti nonton bareng (nobar) film “Tanah Runtuh” dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ratih Bramastyo hadir bersama Wakapolres Kediri, pejabat utama Polres Kediri, Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Ranting, personel Polri, Bhayangkari, Danki Brimob 1 Yon C Kediri & anggota, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, Saka Bhayangkara, Senkom Kabupaten Kediri, pelajar, Duta Lalu Lintas, Inu Kirana, serta unsur perbankan yakni BRI, BSI, dan Bank Jatim.

Film Tanah Runtuh yang dibintangi Vino G. Bastian mengisahkan perjuangan dua kakak beradik yang terpisah dari sang ibu di tengah konflik, lalu menemukan harapan melalui sosok seorang anggota polisi.

Kapolres Kediri mengatakan, film tersebut menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa aman dan memberi kepastian bagi masyarakat ketika menghadapi situasi sulit.

“Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini. Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan sosok yang hadir ketika mereka memerlukan bantuan, rasa aman, maupun kepastian. Nilai-nilai seperti itu yang harus terus dijaga dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” terang AKBP Bramastyo.

Menurut Beliau, ruang interaksi seperti nobar juga menjadi cara untuk membangun komunikasi yang lebih cair dengan masyarakat di luar aktivitas kedinasan.

“Forum seperti ini memang sederhana, tetapi menjadi kesempatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat. Komunikasi yang baik akan memudahkan kami menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.” tambah Beliau.

Lebih dari sekadar nonton bersama, kegiatan itu memperlihatkan bagaimana ruang-ruang sederhana dapat menjadi jembatan yang mempertemukan Polri dengan masyarakat.

Pemutaran film ditutup dengan apresiasi dari para peserta yang menilai kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dalam rangkaian Hari Bhayangkara. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi gambaran bahwa kedekatan, komunikasi, dan saling percaya tetap menjadi modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *