
SITUBONDO – Jejakindonesia.news // Jalur pantura tepatnya di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali longsor dan banjir. Arus kendaraan jalur utama Jawa-Bali itu sempat terhenti sekitar 2,5 jam lantaran material longsor dan air sungai meluber ke jalan raya. Tim Satlantas Polres Situbondo, Koramil, BPBD dan PUPP dibantu masyarakat membersihkan material longsor.
“Pantura sempat macet, namun berkat kekompakan tim gabungan dibantu masyarakat, material longsor bisa segera disingkirkan dari badan jalan dan pantura kembali normal,” ujar Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, Kamis (5/2/2026).
Nanang Hendra mengemukakan, peristiwa longsor karena tanggul sungai yang jebol itu terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 21:39 Wib, sehingga arus lalu lintas dari arah Surabaya maupun Banyuwangi terhenti.
“Sesaat setelah kejadian, kami langsung turun ke lokasi dibantu masyarakat setempat dengan membawa alat lengkap termasuk alat berat, akhirnya pantura kembali normal,” bebernya.
Kata Nanang Hendra sinergitas antar petugas di lapangan dalam menangani bencana sangat diperlukan karena akan bisa segera mengatasi semua permasalahan termasuk evakuasi bencana longsor dan banjir yang menerjang pantura.
“Kuncinya ya harus sinergi dalam menangani banjir dan longsor. Sinergitas lintas sektor ini sangat diperlukan agar masalah di lapangan bisa teratasi,” tegasnya.
Sinergitas ini sangat krusial, terutama dalam pengerahan alat berat dari Dinas PUPP setempat serta teknis evakuasi material oleh tim BPBD. Sementara personel kepolisian memastikan pengamanan jalur serta keselamatan pengendara.
“Kami tim gabungan berjibaku melakukan evakuasi material longsor batu dan lumpur yang menutup jalan. Alhamdulillah, dini hari tadi sekitar pukul 00:00 Wib arus kembali lancar,” ucapnya.
Dodik













