Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Pasar Murah Terintegrasi di Tanggul Diserbu Warga, Pemkab Jember Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jember – Jejakindonesia.news // Ratusan warga memadati Balai Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Rabu (1/7/2026), untuk memanfaatkan pelaksanaan Pasar Murah Terintegrasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah pasaran. Selain meringankan beban pengeluaran rumah tangga, pasar murah juga menjadi upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung pemasaran produk hasil pertanian serta usaha mikro lokal.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember, drh. Welas Wahyu Widayanti, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah berlangsung tertib dan mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

Menurutnya, tingginya jumlah warga yang hadir menunjukkan bahwa program seperti ini masih sangat dibutuhkan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan kami berharap program ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Pelaksanaan Pasar Murah Terintegrasi melibatkan sejumlah perangkat daerah dan instansi, di antaranya DKPP Kabupaten Jember, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DPTPH), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta Perum Bulog. Sinergi tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, gula, telur, aneka sayuran segar hasil petani lokal, hingga produk-produk UMKM.

Stan DKPP menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Gula pasir dijual seharga Rp15.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras dipasarkan dengan harga Rp20.000 per kilogram. Harga yang lebih rendah dibandingkan pasar umum membuat masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas pemasaran hasil pertanian lokal dan meningkatkan daya saing produk UMKM agar semakin dikenal masyarakat.

Drh. Welas Wahyu menegaskan, keberhasilan pelaksanaan pasar murah merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Ke depan, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan lokasi pelaksanaan berikutnya agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Jember.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar pelaksanaan pasar murah berikutnya semakin optimal dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di lebih banyak desa,” pungkasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *