Jember – Jejakindonesia.news // Penanganan kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, menjadi perhatian PMI Provinsi Jawa Timur.
Di tengah masih sulitnya akses air bersih bagi warga, jajaran PMI Jawa Timur turun langsung ke lokasi untuk melihat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan distribusi air bersih yang dilakukan PMI Kabupaten Jember.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Timur, Dr. Edi Purwinarto, M.Si., didampingi Amin Istighfarin. Keduanya menyaksikan proses distribusi air bersih yang dilakukan relawan PMI Kabupaten Jember, mulai dari pengisian tandon hingga pembagian air kepada masyarakat.
Sejak awal Juli 2026, PMI Kabupaten Jember telah membuka layanan distribusi air bersih secara rutin setiap dua hari sekali. Satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk mengisi enam tandon yang ditempatkan di titik-titik strategis agar mudah dijangkau warga.
Hingga distribusi keenam pada Selasa (14/7), sebanyak 29.975 liter air bersih telah disalurkan kepada 66 kepala keluarga atau 158 jiwa yang terdampak kekeringan.
Dalam keterangannya, Edi Purwinarto mengingatkan bahwa ancaman kekeringan masih berpotensi meluas seiring pengaruh El Nino yang diperkirakan memperpanjang musim kemarau.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, fase awal dampak El Nino berlangsung pada Juli hingga Agustus. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus sampai Oktober, bahkan berpotensi berlanjut hingga awal tahun 2027. Karena itu, seluruh PMI di daerah harus tetap siaga,” katanya.
Ia menyebut, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 29 daerah memiliki potensi terdampak kekeringan. Hingga kini, 11 daerah telah menetapkan status darurat kekeringan, sementara enam daerah telah melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Kunjungan ke Jember menjadi bagian dari rangkaian monitoring PMI Jawa Timur terhadap wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Setelah dari Jember, tim dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Kabupaten Bondowoso.
Melalui pemantauan tersebut, PMI Jawa Timur ingin memastikan distribusi air bersih berjalan efektif sekaligus memperkuat koordinasi agar kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau dapat terus terpenuhi.
(Dodik)













