BANYUWANGI – jejakindonesia.news||Sejumlah wartawan di Banyuwangi mengaku kecewa terhadap pola komunikasi dan kemitraan yang dibangun jajaran Polresta Banyuwangi di bawah kepemimpinan Rofiq Ripto Himawan. Mereka menilai masih ada perlakuan yang dianggap membeda-bedakan insan pers dalam kegiatan maupun akses informasi.
Kekecewaan tersebut muncul karena sejumlah jurnalis merasa tidak dilibatkan secara merata dalam berbagai agenda maupun komunikasi kelembagaan, padahal wartawan merupakan mitra strategis negara sekaligus pilar keempat demokrasi yang memiliki fungsi kontrol sosial dan penyampai informasi kepada masyarakat.
“Semestinya semua wartawan dirangkul tanpa membeda-bedakan. Kami sama-sama menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik,” ujar salah satu wartawan Banyuwangi yang enggan disebutkan namanya.
Menurut para jurnalis, hubungan harmonis antara institusi kepolisian dan media sangat penting dalam menjaga keterbukaan informasi publik serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Mereka berharap ke depan Polresta Banyuwangi dapat lebih terbuka, komunikatif, dan menjalin hubungan yang setara dengan seluruh insan pers tanpa memandang latar belakang media tertentu.
Di sisi lain, para wartawan juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk permusuhan, melainkan masukan agar sinergitas antara kepolisian dan media tetap terjaga dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.













