PASURUAN || JejakIndonesia.News — Bara kekecewaan yang belum padam kini berubah menjadi gelombang perlawanan terbuka. Aliansi Poros Tengah akan kembali menggelar aksi damai jilid II di depan Pengadilan Agama Kota Pasuruan, membawa satu pesan keras: keadilan tidak boleh dipermainkan, apalagi dipertontonkan sebagai formalitas kosong (15/4/2026).
Aksi ini bukan sekadar pengulangan, melainkan eskalasi. Kekecewaan mendalam memuncak setelah pada aksi sebelumnya, Senin (13), massa mengaku diperlakukan bak “tamu tak diundang” datang dengan aspirasi, pulang dengan kekecewaan.
Ketua pengadilan yang diharapkan hadir justru memilih diam, meninggalkan pertanyaan besar tentang transparansi dan tanggung jawab institusi.
Tokoh Aliansi Poros Tengah, Yudi Buleng, menyampaikan pernyataan keras tanpa tedeng aling-aling.
“Kami datang bukan untuk membuat keributan. Kami akan datang membawa suara rakyat. Tapi ketika kami tidak ditemui, itu adalah bentuk penghinaan terhadap publik. Jangan salahkan jika kami datang kembali dengan sikap yang lebih tegas,” ujarnya
Aliansi menyoroti dugaan praktik persidangan yang dinilai hanya sekadar menjalankan prosedur di atas kertas, tanpa substansi keadilan yang nyata. Mediasi yang semestinya menjadi ruang penyelesaian justru dipertanyakan efektivitasnya.
Pemeriksaan saksi yang dianggap formalitas semakin memperkuat kecurigaan publik: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau hanya dipentaskan?
Situasi ini menempatkan Pengadilan Agama Kota Pasuruan dalam sorotan tajam.
Kepercayaan publik yang seharusnya menjadi fondasi utama justru tergerus oleh sikap tertutup dan minimnya respons terhadap kritik.
Aksi jilid II akan menjadi penegasan: masyarakat tidak lagi diam. Mereka menuntut perubahan, bukan janji.
Mereka menginginkan keadilan yang hidup, bukan sekadar prosedur yang dibacakan.
Jika lembaga peradilan tetap memilih bungkam, maka gelombang tekanan publik dipastikan tidak akan berhenti Justru, ini bisa menjadi awal dari gerakan yang lebih besar—gerakan yang mempertanyakan ulang wajah keadilan di negeri ini.
(RED)













