Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Pemkab Jember Gandeng KP2MI, Gus Fawait Dorong Perlindungan dan Kemudahan Layanan Pekerja Migran

JEMBER – Jejakindonesia.news // Pemerintah Kabupaten Jember bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-Alun Jember, Minggu (14/6/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan pelayanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

 

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri secara prosedural dan aman.

 

Menurutnya, selama ini banyak warga Jember harus mengurus berbagai administrasi ke sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya keberangkatan non-prosedural.

 

“Selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus kebutuhan administrasi pekerja migran. Karena itu kami ingin pelayanan tersebut bisa hadir langsung di Jember,” ujar Gus Fawait.

 

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk membuka Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Jember.

 

Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan lokasi apabila rencana tersebut mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

 

Tidak hanya pada aspek administrasi, Pemkab Jember juga mulai memperkuat layanan kesehatan bagi CPMI.

 

Tiga Rumah Sakit Daerah (RSD) di Jember kini disiapkan untuk melayani medical check-up calon pekerja migran.

 

Gus Fawait memastikan biaya pemeriksaan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut akan dibuat lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

 

“Insya Allah tarifnya menjadi salah satu yang paling murah di Jawa Timur, tetapi kualitas layanan tetap kami jaga,” katanya.

 

Selain memfasilitasi proses keberangkatan pekerja migran, Pemkab Jember juga menaruh perhatian pada kesejahteraan keluarga PMI. Salah satunya melalui program beasiswa pendidikan tinggi bagi putra-putri pekerja migran yang saat ini mulai diuji coba dan direncanakan akan diperluas pada tahun ini.

 

Di sisi lain, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan KP2MI untuk pembangunan pusat pelatihan kerja di Jember. Pemkab siap menyediakan lahan apabila program tersebut direalisasikan oleh pemerintah pusat.

 

Program pelatihan itu nantinya diarahkan untuk mendukung lulusan SMK agar memiliki kompetensi dan peluang bekerja di pasar internasional sejalan dengan program peningkatan tenaga kerja global yang dicanangkan pemerintah pusat.

 

Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, Jember masih menghadapi tantangan angka kemiskinan yang relatif tinggi. Namun demikian, Gus Fawait optimistis sektor pekerja migran dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara baik dan teredukasi.

 

Di akhir kegiatan, Gus Fawait menyampaikan komitmennya untuk memperkuat regulasi perlindungan PMI melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pekerja migran.

 

“Kami ingin seluruh desa di Jember nantinya mampu menjadi desa migran yang aman dan produktif. Karena itu regulasi daerah terkait PMI juga akan kami siapkan,” pungkasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *