BANYUWANGI — Jejakindonesia.news // Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ketapang Banyuwangi, Kapten Purgana, menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektoral guna menjaga kelancaran dan keamanan arus penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk menjelang periode libur panjang, Senin (25/5).
Dalam rapat koordinasi bersama Polresta Banyuwangi dan sejumlah stakeholder pelabuhan, Kapten Purgana menyoroti perlunya langkah mitigasi sejak dini untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi akibat lonjakan mobilitas masyarakat serta faktor cuaca ekstrem di Selat Bali.
Menurutnya, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama, namun pelayanan kepada masyarakat juga harus berjalan optimal agar tidak terjadi penumpukan kendaraan berkepanjangan di kawasan pelabuhan.
“Koordinasi antarlembaga harus diperkuat. Semua pihak harus bergerak cepat agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat melintas di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk,” ujar Kapten Purgana.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama di lintasan penyeberangan Selat Bali adalah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu sehingga mempengaruhi operasional kapal. Selain itu, berkurangnya armada akibat jadwal perawatan rutin juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi bersama.
Karena itu, KSOP Ketapang mendorong adanya kesiapan kapal pengganti sebelum armada utama menjalani maintenance agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan normal dan distribusi kendaraan tidak terganggu.
Kapten Purgana juga mendukung langkah penataan ulang buffer zone atau kantong parkir kendaraan guna mengurangi potensi crossing arus lalu lintas yang selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan pihak kepolisian siap mendukung penuh pengamanan kawasan pelabuhan dan jalur penyangga guna memastikan situasi tetap kondusif selama periode libur panjang.
Sinergi antara KSOP Ketapang, Polresta Banyuwangi, ASDP, serta seluruh unsur terkait diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan penyeberangan yang lebih tertib, aman, dan humanis bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut di Selat Bali.
(Redaksi)











