Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

JKCI Tak Lagi Sekadar Festival, Jember Jadikan Cerutu Senjata Dongkrak Ekonomi

JEMBER – Jejakindonesia.news // Jember mengubah wajah Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI). Tak lagi sekadar menjadi agenda tahunan atau pesta para penikmat cerutu, event yang digelar di Pantai Watu Ulo, Sabtu (1/8), itu kini diarahkan sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi daerah melalui industri tembakau.

Ratusan tamu dari dalam dan luar negeri memadati lokasi acara. Buyer, pelaku industri, hingga delegasi dari 11 negara hadir untuk melihat langsung potensi cerutu Jember yang selama ini dikenal menggunakan tembakau berkualitas ekspor.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, JKCI merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah mempercepat hilirisasi komoditas tembakau.

Menurutnya, Jember harus keluar dari pola lama yang hanya mengandalkan penjualan daun tembakau.

“Kalau hanya menjual bahan mentah, nilai ekonominya terbatas. Yang ingin kita bangun adalah industri yang memberikan nilai tambah sehingga manfaatnya kembali kepada masyarakat Jember,” ujarnya.

Ia menilai industri cerutu menjadi salah satu peluang besar karena mampu meningkatkan harga jual tembakau sekaligus membuka lapangan usaha baru.

Karena itu, Pemkab Jember terus mendorong promosi produk cerutu ke pasar internasional.

Selain mempertemukan produsen dengan calon pembeli, JKCI juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata Jember. Pantai Watu Ulo dipilih sebagai etalase destinasi unggulan agar para tamu asing mengenal sisi lain Jember di luar sektor perkebunan.

Di atas panggung, pertunjukan seni tradisional dipadukan dengan hiburan modern. Konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk menunjukkan bahwa ekspansi pasar global tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.

“Kita ingin tamu yang datang membawa cerita tentang cerutu Jember sekaligus budaya dan destinasi wisata yang kita miliki,” kata Fawait.

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikhyansah menilai langkah Pemkab Jember patut diapresiasi.

Menurutnya, JKCI menunjukkan bahwa sebuah event dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikemas dengan orientasi bisnis.

“Yang bergerak bukan hanya industri cerutu. Hotel, restoran, transportasi, UMKM hingga destinasi wisata juga ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Charles berharap pengembangan industri cerutu terus mendapat dukungan lintas sektor agar Jember mampu memperkuat posisinya sebagai pusat cerutu nasional sekaligus memperluas pasar ke tingkat internasional.

Melalui JKCI 2026, Pemkab Jember ingin mengirim pesan bahwa masa depan tembakau tidak berhenti di kebun.

Nilai tambah harus lahir dari proses pengolahan, promosi, dan perluasan pasar sehingga komoditas unggulan daerah benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *