Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Bupati Jember Sebut Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Stabilkan Harga Pangan

JEMBER — Jejakindonesia.news // Bupati Jember Muhammad Fawait menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mulai mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya di sektor pertanian dan pedesaan.

Hal itu disampaikan Gus Fawait usai memberikan ucapan selamat kepada Nanik Sudaryati Sendang atas pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kepemimpinan baru di BGN diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program MBG secara lebih optimal dan tepat sasaran. Ia menyebut Nanik memiliki rekam jejak kuat dalam mengawal pelaksanaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berjalan sesuai standar.

“Program MBG ini bukan sekadar soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi di daerah,” kata Gus Fawait.

Ia menjelaskan, keberadaan program tersebut mulai memberi dampak terhadap peningkatan harga sejumlah komoditas pertanian di Jember.

Salah satunya komoditas jeruk yang disebut mengalami kenaikan harga signifikan setelah terserap dalam rantai pasok program MBG.

Di wilayah Jember Barat yang dikenal sebagai sentra jeruk, harga jual komoditas itu sebelumnya berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Kini, harga jeruk disebut mencapai Rp10.000 sampai Rp15.000 per kilogram.

“Kenaikan harga komoditas tentu berdampak langsung pada kesejahteraan petani, buruh tani, hingga pelaku UMKM di desa,” ujarnya.

Gus Fawait juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung penuh program MBG, terutama untuk memastikan manfaatnya diterima kelompok sasaran seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ia menyebut program tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pemerataan pembangunan nasional.

Menurut dia, perputaran anggaran MBG di daerah akan memberikan efek ekonomi yang besar.

Jika seluruh rencana dapur SPPG di Jember terealisasi, nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp4,6 triliun.

“Artinya ada uang negara yang benar-benar berputar di daerah dan dirasakan langsung masyarakat bawah,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan program MBG masih membutuhkan evaluasi di sejumlah aspek.

Karena itu, pemerintah daerah siap terlibat dalam pengawasan dan penyempurnaan program agar berjalan sesuai tujuan pemerintah pusat.

“Kami siap bersinergi dengan BGN agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa,” tutur Gus Fawait.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *