BANYUWANGI – jejakindonesia.news||Kondisi jalan kabupaten yang rusak dan berlubang di perempatan perbatasan Desa Padang dan Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, kembali menjadi sorotan masyarakat. Ruas jalan yang merupakan akses vital sekaligus pusat aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu dinilai belum mendapat penanganan, meski keluhan telah berulang kali disampaikan.
Kerusakan jalan kabupaten di sejumlah wilayah Kecamatan Singojuruh disebut telah lama dikeluhkan warga. Berbagai bentuk aspirasi telah dilakukan, mulai dari penyampaian laporan kepada pemerintah hingga aksi simbolis seperti penanaman pohon pisang di jalan berlubang maupun penutupan sebagian akses jalan agar kerusakan tidak semakin parah.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di perempatan perbatasan Desa Padang dan Desa Singolatren. Kawasan ini dahulu dikenal masyarakat sebagai “Jalur Gaza” karena pernah menjadi lokasi bentrokan antarwarga di masa lalu. Namun, melalui inisiatif Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka), pemerintah desa, serta tokoh masyarakat, kawasan tersebut kemudian diubah menjadi sentra UMKM sebagai simbol perdamaian dan penguatan ekonomi masyarakat.
Ironisnya, kondisi jalan di kawasan yang kini menjadi pusat kegiatan ekonomi tersebut justru tampak memprihatinkan. Lubang-lubang di badan jalan, genangan air saat hujan, serta lumpur yang menutupi permukaan jalan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus membahayakan pengguna jalan.
Seorang pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli setiap kali hujan turun.
> “Kalau hujan jalannya tergenang air dan berlumpur, sangat berbahaya dilewati. Pengunjung jadi berkurang. Kadang kendaraan yang melintas memercikkan air lumpur ke lapak kami maupun ke pengunjung. Sudah beberapa hari hujan, dari pagi sampai malam pembeli sepi,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Selain berdampak terhadap pelaku usaha, kondisi jalan tersebut juga menjadi keluhan para pengguna jalan, termasuk masyarakat yang setiap hari melintas menuju fasilitas pendidikan, perkantoran, maupun pusat pelayanan publik di Kecamatan Singojuruh.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan kerusakan jalan tersebut telah disampaikan masyarakat melalui program “Lapor Camat”. Laporan itu disebut telah diteruskan oleh pihak Kecamatan kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum melihat adanya pekerjaan perbaikan maupun tanda-tanda penanganan di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat beberapa titik ruas jalan kabupaten dari kawasan Patung Singa, Desa Singolatren, menuju pusat Kecamatan Singojuruh yang mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui dinas yang berwenang segera melakukan perbaikan agar akses transportasi kembali aman, aktivitas UMKM dapat berjalan normal, dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun dinas terkait mengenai rencana penanganan kerusakan jalan tersebut.













