Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Gus Fawait Tantang Alumni Unair Buktikan Kapasitas, Kemiskinan Jember Jadi Ujian Bersama

JEMBER – Jejakindonesia.news // Bupati Jember Muhammad Fawait melontarkan tantangan kepada Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember. Tak sekadar dilantik, para alumni diminta membuktikan kapasitasnya dengan ikut menyelesaikan persoalan terbesar yang membelit Jember, yakni kemiskinan.

Pesan itu disampaikan Fawait saat menghadiri pelantikan pengurus IKA Unair Cabang Jember yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Jember dan IKA Unair di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/7/2026).

Sebagai alumnus Program Doktor Universitas Airlangga, Fawait mengaku bangga dengan almamaternya.

Namun, menurutnya kebanggaan itu harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, bukan sekadar status sebagai lulusan perguruan tinggi ternama.

“Ini kesempatan kedua alumni Unair memimpin Jember. Saatnya menunjukkan kualitas dan membawa Jember lebih baik,” ujarnya.

Fawait mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah daerah saat ini bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan memutus rantai kemiskinan.

Jember masih menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbesar kedua di Jawa Timur.

Menurutnya, tingginya angka kemiskinan menjadi penyebab lahirnya berbagai persoalan lain, mulai dari stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), hingga masalah sosial yang terus membayangi pembangunan daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh alumni Unair yang berprofesi sebagai dokter, akademisi, ekonom, maupun pelaku usaha untuk turun langsung memberikan solusi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Di sisi lain, Fawait juga menepis anggapan bahwa kebijakan pemerintahannya dipengaruhi kepentingan politik. Ia menegaskan evaluasi terhadap organisasi perangkat daerah dilakukan berdasarkan capaian kinerja.

Sebagai contoh, ia menyoroti pembenahan manajemen RSD dr. Soebandi yang disebut mampu memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit setelah dilakukan evaluasi berbasis indikator yang terukur.

Kolaborasi yang diteken Pemkab Jember dan IKA Unair tersebut diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya program-program konkret, bukan sekadar kerja sama di atas kertas. Fokusnya, mempercepat pembangunan sekaligus menurunkan angka kemiskinan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah terbesar Kabupaten Jember.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *