Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Gus Fawait Libatkan Srikandi Santri Milenial Kawal Program Pemkab, Singgung Investasi Sampah Rp2 Triliun

JEMBER – Jejakindonesia.news // Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak organisasi Srikandi Santri Milenial menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Bukan hanya sebagai wadah kaderisasi santri, tetapi juga ujung tombak dalam menyosialisasikan program pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Srikandi Santri Milenial Jember Masa Khidmat 2026–2031 bertema Santri Merawat Negeri dan Mengabdi Sepenuh Hati di Hotel Aston Jember, Minggu (2/8).
Dalam sambutannya, Fawait mengapresiasi terbentuknya organisasi tersebut.

Menurut dia, identitas santri harus tetap menjadi pijakan meski telah berada di panggung politik maupun pemerintahan.

“Santri tidak hanya mampu mengaji, tetapi juga mampu mengurus pemerintahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Fawait juga memberikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Muhammad Khozin yang dinilainya tetap membawa identitas sebagai santri serta aktif memperjuangkan berbagai program untuk Jember dari tingkat pusat.

Dia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di Senayan semakin diperkuat agar semakin banyak program pembangunan maupun anggaran yang dapat dibawa ke Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan itu, Fawait mengungkapkan Jember tengah bersiap menerima investasi di sektor pengelolaan sampah dengan nilai mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun. Investasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi persoalan sampah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain sektor investasi, Fawait kembali menegaskan komitmennya memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat. Dia menyebut seluruh warga Jember kini telah mendapatkan akses layanan kesehatan gratis di puskesmas maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah.

Namun, menurutnya, persoalan kesehatan belum selesai hanya dengan menggratiskan biaya berobat. Masih banyak warga miskin yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan karena kondisi fisik maupun keterbatasan ekonomi.

Karena itu, Pemkab Jember menghadirkan program Homecare Dokter Keluarga, yakni layanan tenaga kesehatan yang mendatangi pasien langsung ke rumah.

“Kalau keluarga mampu memiliki dokter keluarga, maka masyarakat miskin juga harus mendapatkan pelayanan yang sama. Negara harus hadir menjemput mereka yang tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat penanganan penyakit, sekaligus mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya kesehatan.

Di hadapan ratusan kader Srikandi Santri Milenial, Fawait meminta organisasi tersebut ikut mengawal dan menyosialisasikan seluruh program pemerintah kepada masyarakat. Sebaliknya, berbagai persoalan di lapangan juga diminta disampaikan kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti.

“Saya tidak memiliki konflik kepentingan politik. Karena itu saya berharap organisasi ini menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Program pemerintah harus sampai kepada masyarakat, begitu pula aspirasi masyarakat harus sampai kepada pemerintah,” katanya.

Menutup sambutannya, Fawait mengajak seluruh kader Srikandi Santri Milenial tetap menjaga semangat pengabdian sebagai santri, aktif membantu masyarakat, serta menjadi pelopor keselamatan dan keteladanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, organisasi yang dibangun dengan semangat pengabdian akan menjadi investasi sosial bagi kemajuan Jember di masa mendatang.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *