Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Sonny T. Danaparamita Minta PG Glenmore Dioptimalkan demi Perkuat Swasembada Gula Nasional

BANYUWANGI –jejakindonesia.news|| Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya mengawal program swasembada gula nasional agar memberikan manfaat nyata bagi petani tebu, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III tersebut, upaya mewujudkan kemandirian gula nasional perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga memperkuat tata kelola industri dari hulu hingga hilir.

Sonny menyatakan Banyuwangi telah memiliki infrastruktur pendukung berupa Pabrik Gula (PG) Glenmore yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional.

“Untuk Banyuwangi, kita sudah memiliki fasilitas modern seperti PG Glenmore. Tantangan saat ini bukan sekadar membuka lahan baru, melainkan menjaga stabilitas rantai pasok tebu dengan mengoptimalkan kemitraan bersama petani lokal,” ujar Sonny.

Dorong Kemitraan Pabrik dengan Petani

Sonny meminta pemerintah memastikan aturan kemitraan antara pabrik gula dan petani diterapkan secara konsisten. Menurutnya, pabrik gula perlu menjalankan peran sebagai mitra yang memberikan pembinaan, transfer teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana bagi petani tebu.

Ia juga menyoroti informasi mengenai dugaan adanya pabrik yang tidak menyerap hasil panen petani. Jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, Sonny meminta aparat dan instansi terkait mengambil langkah sesuai peraturan perundang-undangan.

“Saya mendukung penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang tidak menjalankan kewajiban kemitraan sebagaimana mestinya. Kepentingan petani harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Perlindungan Harga Gula dan Reformasi Agronomi

Selain aspek kemitraan, Sonny menilai perlindungan terhadap petani tebu juga harus dilakukan melalui penguatan tata niaga gula. Ia mendorong pemerintah memperketat pengawasan agar gula rafinasi impor tidak masuk ke pasar konsumsi yang berpotensi memengaruhi harga Gula Kristal Putih (GKP) hasil produksi petani.

Di sektor budidaya, Sonny mengusulkan peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim serta mendorong program konsolidasi lahan guna meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan tebu rakyat.

“Petani membutuhkan dukungan berupa bibit unggul hasil riset yang sesuai dengan kondisi iklim saat ini. Konsolidasi lahan juga penting agar pengelolaan kebun tebu rakyat menjadi lebih efektif dan produktif,” ujarnya.

Mitigasi Dampak Ekonomi

Sonny mengingatkan bahwa proses menuju swasembada gula perlu diiringi langkah mitigasi ekonomi agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pelaku usaha maupun masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan kenaikan biaya produksi selama masa transisi kebijakan sehingga tidak berujung pada peningkatan harga gula di tingkat konsumen maupun industri yang menggunakan gula sebagai bahan baku.

“Langkah menuju kemandirian gula harus disiapkan secara matang. Pemerintah perlu memastikan biaya produksi tetap terkendali sehingga tidak membebani masyarakat maupun sektor industri makanan, minuman, dan farmasi,” pungkas Sonny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *