Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

4.800 Pencari Kerja Serbu Job Fair Jember, 2.873 Lowongan Diburu

JEMBER – Jejakindonesia.news || Ribuan pencari kerja memadati Balai Serba Guna Kabupaten Jember, Kamis (27/8/2026). Mereka memburu peluang kerja dalam Jember Job Fair 2026 yang mempertemukan pencari kerja secara langsung dengan puluhan perusahaan.

Antusiasme tahun ini terbilang tinggi. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember mencatat sekitar 4.800 pencari kerja ambil bagian dalam bursa kerja tersebut. Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, sebanyak 59 perusahaan membuka kesempatan kerja dengan total 2.873 lowongan. Lapangan pekerjaan yang tersedia cukup beragam, mulai dari perusahaan yang beroperasi di Jember, perusahaan luar daerah, hingga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

Kepala Disnaker Jember Drs. Hadi Mulyono mengatakan, lonjakan jumlah peserta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan.

“Yang patut kita syukuri, jumlah peserta atau pencari kerja cukup banyak. Lebih dari dua kali lipat dari tahun kemarin, ada sekitar 4.800 sekian yang ikut mencari kerja,” kata Hadi.

Besarnya jumlah peserta membuat mekanisme pendaftaran diperluas.

Pencari kerja bisa mendaftar secara daring maupun langsung di lokasi kegiatan. Setelah itu, mereka mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan masing-masing perusahaan.

Bagi pemerintah daerah, tingginya animo tersebut menjadi peluang untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan permintaan dunia usaha. Apalagi kondisi ketenagakerjaan Jember disebut menunjukkan tren positif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jember berada di angka 3,06 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sekaligus berada di bawah TPT Jawa Timur dan nasional.

Namun, angka pengangguran yang relatif rendah bukan berarti persoalan ketenagakerjaan selesai. Masih ada ribuan warga yang membutuhkan pekerjaan dan penghasilan tetap.

Karena itu, pembukaan akses kerja menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kesejahteraan sekaligus menekan angka kemiskinan.

Kesempatan itu dimanfaatkan Rasti Camelia, warga Tanggul Kulon.

Lulusan manajemen perkantoran yang baru menyelesaikan pendidikan pada Mei lalu tersebut sengaja datang untuk berburu pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.

“Adanya Job Fair ini bisa menjadi upaya bagi orang-orang yang masih belum bekerja untuk segera mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Mewakili Bupati Jember Gus Muhammad Fawait, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jember Indra Tri Purnomo menyebut Job Fair bukan sekadar agenda mempertemukan pelamar dan perusahaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses kerja sekaligus memastikan potensi tenaga kerja lokal dapat bertemu dengan kebutuhan industri.

“Jember Job Fair merupakan kegiatan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan atau penyedia jasa pekerjaan. Kegiatan ini merupakan wujud ikhtiar bersama untuk membuka harapan, memperluas kesempatan kerja, serta mempertemukan potensi sumber daya manusia Jember dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri,” kata Indra.

Pemkab Jember juga mendorong perusahaan yang berpartisipasi agar terus membuka ruang bagi tenaga kerja lokal. Terutama mereka yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

Indra mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam Job Fair 2026. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan perusahaan dibutuhkan agar peluang kerja tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat Jember.

“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, secara profesional dan berkualitas,” pesannya kepada para pencari kerja.

Dengan 2.873 posisi yang ditawarkan dan sekitar 4.800 pencari kerja yang datang, Job Fair tahun ini sekaligus memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat Jember terhadap lapangan pekerjaan.

Tantangannya kini bukan sekadar mempertemukan pelamar dan perusahaan, tetapi memastikan sebanyak mungkin pencari kerja benar-benar berujung pada penempatan.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!