Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

PDP Kahyangan Bidik Lahan 3.800 Hektare, Gandeng PTPN I Perkuat Bisnis hingga Pasar Ekspor

JEMBER – Jejakindonesia.news || Ribuan hektare lahan milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember mulai diarahkan menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan. Tak hanya mengandalkan komoditas yang selama ini menjadi andalan, PDP Kahyangan kini menggandeng PTPN I Regional 5 untuk membenahi tata kelola sekaligus memperluas pasar.

Kemitraan dengan perusahaan perkebunan milik negara tersebut menyasar lahan seluas sekitar 3.800 hektare yang selama ini dikelola PDP Kahyangan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan komoditas tebu.

Direktur Utama PDP Kahyangan Jember Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mengejar ketertinggalan dalam pengelolaan perkebunan. PTPN I Regional 5 dinilai memiliki pengalaman yang dapat ditularkan kepada PDP Kahyangan, terutama terkait manajemen perkebunan dan pengembangan komoditas.

“PDP Kahyangan berencana memperluas area tanam tebu yang saat ini baru sekitar 80 hektare. Kami akan memanfaatkan pengalaman PTPN yang sudah lebih dulu mengembangkan komoditas tersebut,” ujarnya.

Bukan hanya soal produksi. PDP Kahyangan juga membidik pasar yang lebih luas. Melalui jejaring PTPN, perusahaan daerah tersebut berpeluang mendapatkan akses kepada calon pembeli dari pasar internasional.

Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar produk perkebunan Jember.

Dengan akses buyer yang lebih luas, komoditas unggulan PDP Kahyangan tidak hanya berhenti di pasar domestik, tetapi memiliki peluang masuk ke pasar ekspor dengan nilai jual yang lebih kompetitif.

Kerja sama juga menyentuh aspek keamanan aset. PDP Kahyangan dan PTPN I Regional 5 sepakat membangun sistem pengamanan terpadu di kawasan perkebunan yang memiliki wilayah berbatasan langsung.

Salah satunya berada di Kebun Sumber Pandan, Kecamatan Sumberbaru, serta Kebun Sumber Tenggulun, Kecamatan Tanggul.

Pengamanan terpadu dinilai penting untuk menjaga aset perkebunan sekaligus menciptakan kepastian dalam aktivitas produksi.

Di sisi lain, PDP Kahyangan tidak ingin hanya bertumpu pada karet dan kopi. Kedua komoditas tersebut tetap diperkuat karena kondisi harganya dinilai masih cukup positif. Namun, perusahaan juga mulai mencari sumber pendapatan baru melalui penjajakan budidaya kayu gaharu dan program peremajaan tanaman kopi.

Gogot menyebut, transformasi tersebut bukan semata-mata mengejar keuntungan perusahaan.

Optimalisasi aset perkebunan juga diarahkan untuk memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Dengan demikian, lahan ribuan hektare yang dikelola PDP Kahyangan diharapkan tidak hanya menjadi aset yang tercatat dalam neraca perusahaan.

Lahan tersebut ditargetkan benar-benar produktif, mampu memperkuat kesehatan finansial perusahaan, sekaligus membuka ruang peningkatan kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar.

Kemitraan dengan PTPN I Regional 5 menjadi salah satu pijakan PDP Kahyangan untuk mengubah pola pengelolaan perkebunan. Dari sekadar mempertahankan komoditas lama, perusahaan daerah itu mulai diarahkan untuk mengembangkan bisnis yang lebih agresif, memperluas pasar, dan mengoptimalkan setiap jengkal aset yang dimiliki.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!