SITUBONDO – Jejakindonesia.news || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2027 mendatang. Agenda demokrasi tingkat desa ini dipastikan akan menjadi salah satu perhelatan politik lokal terbesar di Kabupaten Situbondo dengan melibatkan sebanyak 115 desa dari total 132 desa yang ada, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).
Langkah strategis pembiayaan kini tengah digodok secara matang oleh pemerintah daerah. Mengingat skala pelaksanaannya yang masif, Pemkab Situbondo telah membahas pembentukan regulasi dana cadangan guna menjamin seluruh tahapan Pilkades serentak 2027 dapat berjalan lancar tanpa terkendala anggaran.
Pihak DPMD Situbondo menjelaskan bahwa persiapan regulasi dan anggaran sengaja dicicil jauh-jauh hari demi menghindari beban fiskal yang berat pada tahun pelaksanaan. Langkah ini diambil agar pemenuhan hak demokrasi masyarakat di 115 desa dapat tersalurkan dengan baik, aman, dan transparan.
Sementara itu, sembari menunggu penetapan tanggal resmi pemungutan suara dari pemerintah daerah, beberapa desa yang mengalami kekosongan kepemimpinan akibat kades yang purna tugas tetap diakomodasi melalui mekanisme Kepala Desa Antar Waktu (KDAW) guna menjaga stabilitas roda pemerintahan desa.
Masyarakat Situbondo pun diharapkan mulai mencermati figur-figur pemimpin potensial di wilayahnya masing-masing. Kesuksesan Pilkades serentak 2027 ini nantinya tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik pemerintah, namun juga pada partisipasi aktif warga dalam menjaga kondusivitas serta kerukunan selama proses politik berlangsung.
“Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar situasi di Situbondo tetap aman dan kondusif. Selain itu, mari kita hilangkan praktik money politics (politik uang) agar Pilkades serentak ini melahirkan pemimpin desa yang berintegritas,” pungkas Rachmad Hartadi, Ketua LSM Perjuangan Rakyat. (Wan)













