Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Carnaval Budaya Desa Panti Dorong Perputaran Ekonomi UMKM dan Libatkan Warga

JEMBER — Jejakindonesia.news || Carnaval Budaya Desa Panti dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut mengambil titik start dari Gudang Projo dan berakhir di sekitar Kantor Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Ketua Panitia Carnaval Budaya Desa Panti, Feri, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan budaya, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, setiap pelaksanaan karnaval selalu memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Kehadiran peserta dan masyarakat yang memadati jalur karnaval membuat aktivitas ekonomi warga ikut bergerak.

“Kami sebagai panitia juga memperhatikan masyarakat yang berjualan. Setiap ada kegiatan karnaval seperti ini, UMKM biasanya ikut merasakan dampaknya karena banyak warga yang datang dan berjualan,” ujar Feri saat ditemui awak media di sela kegiatan.

Feri menjelaskan, Carnaval Budaya Desa Panti melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Sedikitnya delapan RT dari masing – masing dusun turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, selain peserta umum, sekolah, serta sejumlah lembaga yang ikut memeriahkan acara.

Peserta yang terlibat juga berasal dari berbagai kelompok seni dan penyedia jasa pendukung karnaval. Panitia mencatat terdapat sekitar 12 peserta dari kelompok atau penyedia jasa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Pesertanya cukup beragam. Ada dari lingkungan RT, sekolah, lembaga, serta peserta umum. Mereka ikut berinisiatif untuk memeriahkan kegiatan ini,” jelasnya.

Rangkaian karnaval dimulai dari wilayah Desa Panti dan melintasi sejumlah titik hingga menuju kawasan Kecamatan Panti. Peserta kemudian menyelesaikan perjalanan di sekitar belakang Kantor Kecamatan Panti.

Antusiasme masyarakat, kata Feri, juga menjadi salah satu indikator positif dalam pelaksanaan kegiatan. Warga tidak hanya menyaksikan dari sepanjang jalur karnaval, tetapi juga turut memberikan dukungan terhadap peserta.

“Respons masyarakat cukup baik. Banyak warga yang ikut hadir dan mendukung kegiatan ini,” katanya.

Feri berharap kegiatan carnaval budaya yang melibatkan masyarakat luas tetap mendapatkan ruang untuk diselenggarakan pada masa mendatang.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang hingga penyedia jasa kostum dan perlengkapan karnaval.

“Kami berharap pemerintah tidak melarang kegiatan carnaval budaya, karena kegiatan seperti ini cukup membantu UMKM. Bukan hanya pedagang, tetapi juga penyedia kostum dan pihak-pihak lain yang mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan ini,” pungkasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!