JEMBER — Jejakindonesia.news || Pemerintah Kabupaten Jember mendorong penguatan ekosistem industri tembakau dan cerutu sebagai salah satu sektor unggulan daerah yang memiliki daya saing di pasar internasional. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan komoditas tembakau memiliki nilai tambah setelah masuk ke industri hilir.
Komitmen itu disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, saat meninjau PT Bin Cigar, salah satu produsen cerutu di Kabupaten Jember, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Gus Fawait, potensi industri cerutu Jember cukup besar. Saat ini terdapat sedikitnya enam pabrikan cerutu yang beroperasi di daerah tersebut. Sebagian besar produksinya bahkan telah berorientasi ke pasar ekspor.
“Sekitar 90 persen produksi cerutu Jember diarahkan untuk pasar luar negeri. Produk kita sudah masuk ke hampir 45 negara,” ujar Gus Fawait.
Pasar ekspor tersebut mencakup sejumlah kawasan, mulai Amerika Serikat, Timur Tengah, Eropa, hingga Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Produk cerutu asal Jember juga disebut telah dipasarkan melalui jaringan toko bebas bea di sekitar 10 negara.
Bagi Pemkab Jember, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat posisi komoditas tembakau daerah. Tembakau tidak lagi berhenti sebagai komoditas pertanian, tetapi diproses menjadi produk industri dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya melihat industri cerutu dari sisi perdagangan dan ekspor. Rantai produksi dari hulu hingga hilir juga menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan keberlanjutan penghidupan petani tembakau.
Gus Fawait mengatakan pemerintah daerah telah memberikan sejumlah dukungan kepada petani, antara lain melalui jaminan kesehatan dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ke depan, Pemkab Jember juga menyiapkan dukungan berupa sarana pendukung pertanian.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat harga tembakau sangat dipengaruhi kondisi pasar dan dinamika industri. Penguatan perlindungan sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor tembakau di tingkat petani.
Selain tembakau dan cerutu, Pemkab Jember juga tengah mendorong berbagai komoditas unggulan lain agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Di antaranya kopi, edamame, cokelat, serta produk kerajinan yang dihasilkan pelaku UMKM.
“Pemkab akan terus mendampingi dan memfasilitasi agar produk-produk unggulan Jember semakin luas pasarnya. Kita ingin komoditas dari Jember tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional,” kata Gus Fawait.
(Dodik)













