CANGGU — Jejakindonesia.news || Pembangunan rumah sakit bertingkat yang disebut berada di samping Pura Batur Pipitan menuai sorotan warga. Mereka mempertanyakan aspek norma, etika, estetika, serta transparansi proses pembangunan di sekitar kawasan pura yang disucikan.
Dr. Putu Grace Lambe membantah dugaan suap Rp500 juta. Ia mengakui pernah menyerahkan uang kurang lebih Rp50 juta yang disebut sebagai punia untuk banjar maupun Pura Batur dan menyatakan terdapat kwitansi.
Namun, keterangan tersebut memunculkan pertanyaan warga setelah Kelian Adat Pipitan yang dikonfirmasi awak media menyatakan tidak mengetahui adanya dana punia tersebut.
Sejumlah sumber dari Banjar Kayutulang dan Pipitan meminta digelar paruman terbuka melibatkan tiga banjar, sekaligus meminta transparansi penerimaan dan penggunaan dana serta pemeriksaan dokumen perizinan pembangunan rumah sakit.
Warga juga mempertanyakan mengapa pembangunan yang disebut sempat dihentikan kemudian dapat berjalan kembali.
Sementara itu, tudingan mengenai suap Rp500 juta belum terbukti dan telah dibantah dr. Grace. Warga meminta pihak berwenang memeriksa apabila terdapat laporan dan bukti awal agar polemik ini terang.
Buka perizinannya, buka kwitansinya, jelaskan aliran dana puniannya, dan libatkan tiga banjar. Transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya.
Media menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut.
#Canggu #Pipitan #PuraBatur #Badung #Bali #Transparansi #BeritaBali













