Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Gedung SDN 1 Sumberanget Direvitalisasi, Siswa Tetap Semangat Belajar di Musala

JEMBER , Jejakindonesia.news || Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, tetap berjalan meski sejumlah ruang kelas tengah menjalani proses revitalisasi.

Di tengah aktivitas pembangunan tersebut, sekolah memilih memanfaatkan sejumlah musala sebagai ruang belajar sementara. Kondisi ini membuat guru dan siswa harus beradaptasi dengan keterbatasan ruang, namun tidak sampai menghentikan kegiatan belajar.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 1 Sumberanget, Ardhiana Yuni Musthofa, mengatakan proses pembelajaran tetap berlangsung secara kondusif. Menurutnya, keterbatasan tempat justru mendorong sekolah untuk mengatur pola pembelajaran agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak belajar secara optimal.

“Alhamdulillah, sampai saat ini pelaksanaan proses pembelajaran lancar dan tidak ada gangguan sama sekali. Walaupun tempat musala yang kami tempati saat ini mungkin sempit, jadi disesuaikan dengan banyaknya siswa,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas, sekolah menggunakan tiga musala yang berada di sejumlah lokasi. Salah satunya digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas 2 dan kelas 6.

Sistem pembelajaran juga dibuat bergiliran.

Siswa kelas rendah mengikuti kegiatan belajar pada pagi hari, mulai pukul 07.00 hingga 09.30. Setelah itu, giliran siswa kelas atas mengikuti pembelajaran mulai pukul 09.30 sampai 12.00.

Pola tersebut diterapkan agar proses belajar tetap berjalan tanpa membuat ruangan terlalu padat.

Bagi siswa, kondisi belajar sementara di musala bukan menjadi alasan untuk kehilangan semangat.

Debi Veronika Aisyah, siswa kelas 6, mengaku tetap menikmati kegiatan belajar meski ruang yang digunakan tidak seluas kelas biasanya.

“Senang, meskipun agak sempit tempatnya,” kata Debi.

Ia mengaku tidak menemukan kendala berarti selama mengikuti pembelajaran di musala. Bisa tetap belajar dan berkumpul bersama teman-temannya membuat suasana belajar tetap menyenangkan.

Penggunaan musala sebagai ruang kelas sementara tidak terlepas dari kondisi gedung SDN 1 Sumberanget yang sebelumnya membutuhkan penanganan.

Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk atap dan dinding ruang kelas.

Debi masih mengingat kondisi ruang kelasnya sebelum direvitalisasi. Saat hujan turun, air kerap masuk melalui bagian atap yang bocor.

Bahkan, sejumlah bagian dinding juga sudah mengalami kerusakan.

“Ada yang bocor kalau hujan,” kenangnya.

Kini, kondisi tersebut perlahan mulai berubah. Proses revitalisasi dan pembangunan ruang kelas baru tengah dikerjakan. Sekolah berharap setelah pembangunan rampung, siswa dapat kembali menempati ruang belajar yang lebih aman, layak, dan nyaman.

Bagi para siswa, termasuk Debi, pembangunan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah.

Lebih dari itu, revitalisasi menjadi harapan baru agar kegiatan belajar ke depan bisa berlangsung dengan fasilitas yang lebih memadai.

Untuk sementara waktu, musala menjadi ruang belajar alternatif. Namun semangat guru dan siswa untuk terus belajar tetap menjadi bagian penting dari proses perubahan SDN 1 Sumberanget menuju lingkungan pendidikan yang lebih layak.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!