Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Revitalisasi SDN 1 Sumberanget Tak Sekadar Benahi Sekolah, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

Jember , Jejakindonesia.news || Revitalisasi SDN 1 Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, tak hanya mengubah wajah bangunan sekolah. Di tengah aktivitas pembangunan, proyek tersebut turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.

Sekitar 20 pekerja dilibatkan dalam pengerjaan proyek revitalisasi tersebut.

Mandor proyek, Notomulyo, mengatakan sebagian besar pekerja berasal dari desa setempat dan wilayah sekitar.

“Pekerja yang terlibat ada sekitar 20 orang. Sebagian besar warga setempat, sebagian lagi dari desa tetangga,” kata Notomulyo saat ditemui di lokasi proyek.

Menurutnya, komposisi tenaga kerja tersebut menyesuaikan kondisi masyarakat sekitar.

Sejumlah warga setempat saat ini tengah memasuki musim panen tembakau sehingga tidak seluruhnya dapat terlibat dalam pekerjaan konstruksi.

Di sisi lain, sebagian masyarakat memilih mencari penghasilan di luar daerah, termasuk ke Bali.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga kerja proyek turut dipenuhi dari desa-desa di sekitar Sumberanget.

Revitalisasi SDN 1 Sumberanget sendiri mencakup sejumlah pekerjaan fisik. Di antaranya renovasi ruang kelas, termasuk perbaikan atap, pembenahan gedung perpustakaan, pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) baru, serta pembangunan fasilitas MCK di tiga titik.

Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Hingga saat ini, proyek telah berjalan kurang lebih tiga minggu.

Meski demikian, pelaksanaan pembangunan tidak sepenuhnya tanpa kendala. Salah satu persoalan yang ditemui di lapangan adalah keterlambatan pasokan material bangunan. Tingginya kebutuhan material untuk berbagai proyek membuat pengiriman bahan terkadang tidak sesuai jadwal.

Namun, di balik proses pembangunan tersebut, terdapat efek ekonomi yang dirasakan masyarakat. Menurut Notomulyo, semakin banyak sekolah yang mendapatkan program perbaikan, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang ikut bergerak.

Selain menyerap tenaga kerja, kebutuhan proyek terhadap material dan berbagai barang pendukung turut menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi pembangunan.

“Banyak multiplier effect yang muncul karena banyak sekolah yang diperbaiki. Mulai dari penyerapan tenaga kerja sampai perputaran ekonomi karena kebutuhan berbagai barang bangunan,” pungkasnya.

Revitalisasi sekolah dengan demikian tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki sarana pendidikan. Aktivitas pembangunan juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut mengambil manfaat ekonomi dari proses pengerjaan proyek di daerahnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!