Jember — Jejakindonesia.news || Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menegaskan arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pemerataan akses pendidikan. Dalam Apel Hari Santri di Alun-Alun Jember, Kamis (22/10/2026), Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan dua capaian yang menjadi perhatian, yakni penurunan angka kemiskinan dan perluasan program beasiswa pendidikan tinggi.
Di hadapan ribuan peserta apel, Gus Fawait menyebut Jember mencatat penurunan jumlah penduduk miskin terbesar di Jawa Timur. Capaian tersebut, menurutnya, bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ini prestasi bagi Kabupaten Jember, prestasi bagi seluruh elemen Kabupaten Jember dan seluruh masyarakat di Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait dalam amanatnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan. Pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi terus menjaga tren penurunan kemiskinan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat.
Selain persoalan kesejahteraan, sektor pendidikan menjadi perhatian lain yang disorot dalam momentum Hari Santri tahun ini. Pemkab Jember terus mendorong program Beasiswa Cinta Bergema sebagai upaya membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Program tersebut ditujukan bagi putra-putri daerah agar memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Tanah Air. Kalangan santri juga menjadi bagian dari sasaran penerima manfaat, sehingga latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan.
Bagi Jember, perluasan akses pendidikan dan penurunan kemiskinan menjadi dua agenda yang saling berkaitan. Pendidikan diharapkan mampu memperbesar peluang generasi muda memperoleh masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Menutup amanatnya, Gus Fawait menyampaikan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri, baik yang berada di Kabupaten Jember, berbagai daerah di Indonesia, maupun di luar negeri.
Momentum Hari Santri, menurut pesan yang disampaikan dalam apel tersebut, tidak hanya menjadi perayaan bagi kalangan pesantren, tetapi juga pengingat pentingnya memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan dan kemajuan bangsa.
(Dodik)













