Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Temukan Lansia Disabilitas Hidup Sendirian di Jelbuk, Gus Fawait Kerahkan Tim Medis Berikan Pendampingan Khusus

JEMBER – Jejakindonesia.news || Kondisi warga rentan yang membutuhkan perhatian pemerintah kembali menjadi sorotan dalam pelaksanaan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Jelbuk, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menemukan kondisi memprihatinkan seorang warga bernama Ati (59). Perempuan yang tinggal di Dusun Tegalbatu 2, Desa Suco, Kecamatan Jelbuk, itu merupakan penyandang disabilitas ganda sekaligus lansia yang hidup seorang diri.

Kondisi kesehatan Ati menjadi perhatian khusus saat tim melakukan peninjauan melalui layanan Homecare. Dari hasil kunjungan, diketahui bahwa Ati membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, terdapat kendala karena yang bersangkutan masih enggan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menyikapi kondisi tersebut, Gus Fawait meminta puskesmas dan jajaran tenaga kesehatan tidak berhenti pada kunjungan semata. Ia menginstruksikan agar dilakukan pendampingan secara khusus dengan pendekatan persuasif sehingga Ati bersedia menerima penanganan medis yang dibutuhkan.

Tim kesehatan juga diminta terus memantau perkembangan kondisinya. Layanan telemedicine turut disiapkan sebagai upaya menjaga kesinambungan konsultasi dan akses pengobatan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember memastikan pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan warga dari keluarga kurang mampu.

Di luar penanganan kesehatan, Bunga Desaku di Jelbuk juga dimanfaatkan Gus Fawait untuk menyampaikan langsung berbagai program pemerintah daerah kepada masyarakat.

Bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Bupati menyapa warga sekaligus mengajak kader Posyandu dan tokoh masyarakat menjadi penghubung informasi agar berbagai program bantuan dan pelayanan pemerintah dapat diketahui serta dimanfaatkan masyarakat hingga tingkat desa.

Pemkab Jember juga memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait untuk mengantisipasi sejumlah tantangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokusnya meliputi pengendalian inflasi, kesiapan kebutuhan masyarakat, serta antisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi daerah.

Melalui Bunga Desaku, Pemkab Jember ingin memastikan kehadiran pemerintah tidak hanya terlihat dalam agenda seremonial, tetapi juga melalui penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Bagi warga seperti Ati, kehadiran pemerintah di tengah keterbatasan akses kesehatan menjadi pengingat bahwa pelayanan publik harus mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan perhatian.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!