Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Aipda Sigit Jatanras Polda Jatim: “Keberanian Seorang Anggota Diukur dari Integritas, Profesionalisme, dan Pengabdian kepada Masyarakat”*

SURABAYA* – jejakindonesia.news||Aipda Sigit, personel Jatanras Polda Jawa Timur yang dikenal dengan identitas *Hellboy Jatanras Polda Jatim*, menegaskan bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Menurutnya, setiap personel dituntut bekerja secara profesional, menjunjung tinggi hukum, serta menjaga nama baik institusi di tengah kepercayaan masyarakat.

Dalam statemennya yang disampaikan pada *Minggu (5/7)*, Aipda Sigit mengatakan bahwa keberanian bukan sekadar menghadapi risiko di lapangan, melainkan keberanian untuk tetap berpegang teguh pada aturan, menjaga integritas, serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

*”Kami bekerja bukan untuk mencari pujian, tetapi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap tindakan harus dilandasi profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab. Menjadi anggota Polri adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,”* ujar Aipda Sigit.

Ia menjelaskan bahwa slogan *”Tuhan Kami Lebih Besar!”* merupakan prinsip yang selalu dipegang oleh personel dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kalimat tersebut mencerminkan keyakinan bahwa setiap anggota harus mengutamakan keimanan, memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, serta menyadari bahwa keberhasilan dalam bertugas bukan semata-mata karena kemampuan pribadi, melainkan atas izin dan pertolongan-Nya.

Terkait frasa *”Membunuh atau Terbunuh Merupakan Pilihan Hidup di Jalanan”* yang menjadi bagian dari desain identitas tersebut, Aipda Sigit menyatakan bahwa kalimat itu merupakan gambaran mengenai tingginya risiko yang dapat dihadapi personel saat menjalankan tugas di lapangan, khususnya ketika menghadapi pelaku kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas.

*”Kalimat ‘Tuhan Kami Lebih Besar’ adalah pengingat bagi kami bahwa sebesar apa pun ancaman dan tantangan di lapangan, kami tetap berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara frasa ‘Membunuh atau Terbunuh Merupakan Pilihan Hidup di Jalanan’ menggambarkan besarnya risiko tugas yang kami hadapi. Namun dalam setiap pelaksanaan tugas, kami tetap berpedoman pada hukum, menjunjung tinggi hak asasi manusia, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta bertindak secara profesional sesuai standar operasional prosedur yang berlaku,”* tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa slogan *”Tim Cacing Api Membara”* merupakan simbol solidaritas, loyalitas, kekompakan, dan semangat pantang menyerah di antara personel dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

*”Tim Cacing Api Membara bukan sekadar nama, tetapi simbol persaudaraan, loyalitas, kekompakan, dan semangat juang. Kami ingin terus menjadi personel yang solid, profesional, berintegritas, serta selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan,”* ujarnya.

Menutup statemennya, Aipda Sigit berharap seluruh personel Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menjaga kehormatan institusi melalui sikap yang humanis, profesional, berintegritas, dan taat terhadap hukum.

*”Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Itulah komitmen yang harus selalu kami pegang dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara. Selama kami diberi amanah mengenakan seragam Bhayangkara, kami akan terus bekerja dengan hati, keberanian, dan tanggung jawab demi menjaga keamanan serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,”* pungkas Aipda Sigit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *