Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat dan Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pria Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Raja Ampat, – jejakindonesia.news||Upaya kemanusiaan Polres Raja Ampat bersama Tim SAR gabungan membuahkan hasil dengan ditemukannya jenazah seorang pria di perairan Kampung Waipun, Distrik Waigeo Timur, Selasa (26/5/2026). Proses evakuasi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K.

Meski sarana Satpolairud Polres Raja Ampat saat ini sedang dalam proses perbaikan, hal tersebut tidak menyurutkan kesigapan aparat kepolisian dalam merespons laporan masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti sinergi nyata dalam misi kemanusiaan antara pihak kepolisian dan Tim SAR gabungan.

Kronologi Penemuan dan Evakuasi:

Jenazah tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Chorneles Yenbise (48) pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIT. Saat ditemukan, jasad dalam kondisi mengapung sebelum akhirnya diamankan oleh warga setempat ke pesisir pantai.

Menerima laporan dari warga, Polres Raja Ampat langsung bergerak cepat membentuk tim gabungan. Tepat pukul 11.40 WIT, tim melaksanakan apel kesiapan dan pemberian Arahan Pimpinan (AAP) yang dipimpin oleh Kasat Reskrim.

Tim gabungan yang terdiri dari jajaran Polres Raja Ampat, personel TNI AL (Serda Nur Kholis), dan Basarnas kemudian bertolak dari Pelabuhan Falaya menuju lokasi kejadian menggunakan Speed Boat Pol Air pada pukul 11.55 WIT.

Tiba di Kampung Waipun sekitar pukul 13.00 WIT, petugas langsung melakukan proses evakuasi jenazah dari pesisir pantai ke atas kapal. Proses evakuasi berjalan lancar dan selesai pada pukul 13.50 WIT. Tim kemudian membawa jenazah kembali ke Pelabuhan Falaya Waisai dan tiba pukul 14.40 WIT, untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD Kabupaten Raja Ampat menggunakan mobil ambulans.

Aksi evakuasi ini turut didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polres Raja Ampat, di antaranya Kasat Reskrim Iptu Arantaun, Kasat Intelkam Iptu Susilo, Kapolsek Waigeo Selatan Iptu Rudolf Angwarmas, Kasat Pol Air Iptu Veni Maulana, Kasiekum Iptu Sabri Tarafanur, Kapolsek Waigeo Utara Iptu Pit Yunus Dimara, dan Kasie Propam Ipda Hendra Praja.

Ciri-Ciri Jenazah dan Penyelidikan Kepolisian

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses penyelidikan (lidik) oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri fisik sebagai berikut:

* Mengenakan celana jeans warna hitam.

* Menggunakan baju warna hijau, kaos dalam warna biru, serta dilengkapi life jacket (pelampung) warna orange.

*Kondisi tubuh mengalami pembengkakan di seluruh bagian, dan bagian kepala telah menjadi tengkorak.

Pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah cepat mulai dari menerima laporan, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan olah TKP, hingga mengevakuasi jenazah ke RSUD Raja Ampat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sorotan Keterbatasan Armada Satpolairud.Di sisi lain, ada pemandangan memprihatinkan dalam operasi kemanusiaan ini. Tim gabungan terpaksa menggunakan speedboat rental karena armada operasional Satpolairud Polres Raja Ampat sedang rusak dan dalam masa perbaikan.

Keterbatasan armada Satpolairud dalam mendatangi TKP di wilayah kepulauan ini memicu sorotan tajam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat diharapkan tidak menutup mata dan segera memberikan bantuan hibah atau pengadaan sarana keamanan laut.

Sebagai daerah pariwisata dunia yang didominasi oleh lautan, sinergi fasilitas antara pemda dan kepolisian sangat krusial demi menjamin keselamatan serta penegakan hukum yang cepat di wilayah perairan Raja Ampat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *