BANYUWANGI –jejakindonesia.news|| Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya Perahu Inovasi di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Kamis (23/7/2026). Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban terakhir dari musibah tersebut, sehingga seluruh korban kini telah berhasil ditemukan.
Korban yang ditemukan pada operasi SAR hari keempat diketahui bernama Lukman Hadi (22), warga Dusun Kedung Rejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang sejak insiden tenggelamnya perahu.
Operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Namun sekitar pukul 05.30 WIB, Tim SAR menerima informasi dari masyarakat yang melihat sesosok jenazah terdampar di kawasan Pantai Kayu Duwur, Grajagan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 05.45 WIB Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet milik Basarnas Banyuwangi bergerak menuju lokasi penemuan. Setibanya di lokasi, tim bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan dalam posisi tengkurap. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum dibawa menuju Dermaga Grajagan.
Proses evakuasi berlangsung cukup berat. Lokasi penemuan berjarak sekitar dua kilometer dari titik dermaga dan hanya dapat ditempuh melalui jalur pantai berpasir yang tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, personel SAR bersama warga harus memanggul jenazah secara bergantian hingga tiba di Dermaga Grajagan pada pukul 08.22 WIB.
Selanjutnya jenazah diberangkatkan menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Satpolairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Pos TNI AL, Basarnas Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Relawan Ambulans Tegalsari, Mapala Sartangi, serta para nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian di laut maupun di sepanjang pesisir.
Berdasarkan data Tim SAR, perahu nahas tersebut mengangkut 31 orang, terdiri dari 1 nahkoda dan 30 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah tersebut, 27 orang berhasil diselamatkan, sedangkan 4 orang meninggal dunia.
Keempat korban meninggal dunia adalah:
Parnomo (66), warga Kecamatan Tegaldlimo.
Junairi (46), warga Kecamatan Cluring.
Sutrisno (43), warga Kecamatan Tegaldlimo.
Lukman Hadi (22), warga Kecamatan Bangorejo.
Dengan ditemukannya korban terakhir, pada pukul 09.00 WIB Tim SAR resmi mengakhiri operasi pencarian setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Selanjutnya dilakukan apel konsolidasi sebagai penutup rangkaian operasi SAR.
Meski operasi berjalan lancar, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya akses menuju lokasi yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer melalui pasir pantai, serta minimnya sinyal telekomunikasi yang menyulitkan koordinasi antarpersonel selama proses pencarian.
Keberhasilan operasi ini menjadi wujud sinergi dan kerja keras seluruh unsur SAR gabungan bersama masyarakat pesisir yang bahu-membahu tanpa mengenal lelah selama empat hari pencarian. Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan aspek keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan dalam setiap aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Banyuwangi.













