BANYUWANGI – Jejakindonesia.news // Proses evakuasi truk tangki bahan bakar minyak (BBM) bernomor polisi N 9704 UA bermuatan 24 kiloliter (KL) di Jalur Gumitir, yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, berlangsung dramatis pada Jumat (26/6/2026) malam hingga Sabtu dini hari. Kendaraan milik PT Sinar Mentari Gemilang tersebut mengalami kendala saat melintasi jalur pegunungan yang diguyur hujan deras sehingga memerlukan penanganan khusus dengan standar keselamatan yang ketat.
Truk tangki diketahui tengah mengangkut BBM untuk didistribusikan ke SPBU Sempolan dan SPBU Ajung di Kabupaten Jember. Namun, hujan yang mengguyur kawasan Gumitir sejak sore menyebabkan badan jalan licin hingga kendaraan terperosok ke selokan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Beruntung, sopir dan kernet dipastikan selamat tanpa mengalami luka.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala HSSE (Health, Safety, Security and Environment) Pertamina Fuel Terminal Tanjungwangi, Fajar, bersama tim HSSE Pertamina dengan dukungan personel kepolisian, Relawan Gumitir, Agen Agesena BPBD Jawa Timur, operator alat berat, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Setelah menerima laporan, tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen risiko. Pemeriksaan difokuskan pada kestabilan kendaraan, kondisi tangki, sistem pengaman muatan, serta memastikan tidak terjadi kebocoran BBM yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun lingkungan.
Posisi truk yang miring di sisi bahu jalan dan berbatasan langsung dengan lereng membuat proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Mengingat kendaraan membawa muatan bahan bakar yang mudah terbakar, seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan Pertamina.
Sebagai langkah mitigasi risiko, petugas melakukan penyemprotan air secara terus-menerus ke badan tangki guna menjaga suhu kendaraan tetap stabil sekaligus mengantisipasi potensi munculnya percikan api. Area sekitar lokasi juga disterilkan, sementara masyarakat diminta menjaga jarak aman dan tidak menyalakan api maupun merokok di sekitar lokasi.
Untuk mengangkat kendaraan, digunakan satu unit mobil crane berkapasitas besar. Demi memberikan ruang gerak bagi alat berat sekaligus menjamin keselamatan seluruh pihak, petugas menutup total arus lalu lintas dari arah Banyuwangi maupun Jember selama proses pengangkatan berlangsung.
Akibat penutupan tersebut, antrean kendaraan sempat mengular di kedua sisi Jalur Gumitir. Setelah posisi truk berhasil diamankan, arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap menggunakan sistem buka-tutup hingga kondisi jalan dinyatakan aman.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena berat kendaraan beserta muatan mencapai puluhan ton. Selain itu, karakteristik Jalur Gumitir yang memiliki tikungan tajam, tanjakan curam, turunan panjang, dan badan jalan relatif sempit menjadi tantangan tersendiri bagi operator crane.
Kepala HSSE Pertamina Fuel Terminal Tanjungwangi, Fajar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya arus lalu lintas selama proses penanganan berlangsung.
> “Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan atas terganggunya kelancaran lalu lintas selama proses evakuasi. Penutupan sementara dan rekayasa lalu lintas kami lakukan semata-mata demi menjaga keselamatan petugas maupun pengguna jalan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran serta kerja sama masyarakat selama proses penanganan berlangsung,” ujarnya.
Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari personel kepolisian, Relawan Gumitir, Agen Agesena BPBD Jawa Timur, operator crane, hingga seluruh petugas lapangan yang bekerja tanpa henti hingga dini hari.
> “Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor utama keberhasilan proses evakuasi. Berkat koordinasi yang baik, kendaraan dapat diamankan tanpa menimbulkan insiden yang lebih besar,” katanya.
Selain melakukan pengamanan lokasi, tim HSSE Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak merokok, menyalakan api, maupun menimbulkan sumber percikan di sekitar lokasi kejadian mengingat truk membawa muatan BBM yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.
Petugas juga meminta pengguna jalan mengurangi kecepatan, mematuhi arahan petugas, tidak berhenti di sekitar lokasi tanpa kepentingan, serta menjaga jarak aman selama rekayasa lalu lintas masih diberlakukan.
Berkat koordinasi yang solid antara tim HSSE Pertamina, operator alat berat, Relawan Gumitir, BPBD Jawa Timur, Polsek Kalibaru, serta seluruh unsur pendukung lainnya, proses evakuasi akhirnya berhasil diselesaikan dengan aman dan terkendali.
Setelah kendaraan dipindahkan ke posisi aman, petugas kembali melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi tangki, muatan, dan badan jalan guna memastikan tidak terdapat kebocoran maupun potensi bahaya lain sebelum jalur kembali dibuka secara normal.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa Jalur Gumitir merupakan salah satu ruas jalan dengan tingkat risiko tinggi bagi kendaraan bertonase besar, terutama saat kondisi cuaca buruk.
Melalui penanganan tersebut, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan budaya Safety First pada setiap aktivitas distribusi BBM. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas apabila menghadapi situasi darurat serupa, karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Foto: Proses evakuasi truk tangki BBM bernomor polisi N 9704 UA bermuatan 24 KL menggunakan mobil crane di Jalur Gumitir, Banyuwangi. Selama proses pengangkatan berlangsung, arus lalu lintas sempat ditutup total dan dilakukan penyemprotan air sebagai bagian dari prosedur keselamatan.













