Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Geger Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Saat Upacara Hari Pertama Sekolah, Polisi Buru Pelaku Pengirim Pesan

Jakarta – jejakindonesia.news||Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026), diwarnai ketakutan. Sebuah pesan ancaman bom misterius dikirimkan oleh orang tak dikenal saat para siswa dan guru tengah khidmat mengikuti upacara bendera.

Pihak kepolisian bergerak cepat menerjunkan Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror untuk menyisir seluruh area sekolah. Meski hasil penyisiran dinyatakan nihil, polisi menegaskan tidak akan tinggal diam dan kini tengah memburu dalang di balik teror tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami asal pesan ancaman.

“Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut,” ungkap Kombes Pol. Budi Hermanto, Senin (13/7/2026).

Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Teror Lewat WhatsApp dan Klaim 11 Titik Bom

Ancaman tersebut dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp dan diterima oleh seorang guru serta petugas tata usaha (TU) sekolah. Pelaku juga sempat melakukan panggilan tidak terjawab (missed call) setelah pesan yang dikirim tidak mendapat balasan. Dalam pesannya, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan, laporan ancaman tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 07.30 WIB. Saat pesan itu masuk, seluruh warga sekolah sedang berada di lapangan untuk upacara, sehingga pesan baru terbaca setelah kegiatan selesai.

“Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah,” jelas Kompol Nurma.

Penyisiran ketat langsung dilakukan di setiap sudut bangunan sekolah. Beruntung, ancaman tersebut dipastikan sebagai hoaks. “Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” pungkas Kompol Nurma.

Polisi kini terus mengumpulkan bukti digital untuk melacak nomor telepon pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *