Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Malam Puncak HSN 2026, Gus Fawait Tegaskan Santri Harus Mendapat Ruang dan Kesempatan yang Setara

JEMBER – Jejakindonesia.news || Ribuan jamaah memadati Alun-Alun Jember dalam malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026) malam. Melalui lantunan dzikir dan salawat, peringatan tersebut menjadi momentum bagi Bupati Jember, Gus Fawait, untuk menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap kalangan santri dan pesantren.

Di hadapan para jamaah, Gus Fawait menekankan bahwa santri bukan sekadar bagian dari kehidupan keagamaan, melainkan juga memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa. Karena itu, menurut dia, kalangan santri berhak memperoleh perhatian, kesempatan, dan akses pembangunan yang setara dengan kelompok masyarakat lainnya.

“Santri itu punya saham besar atas kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi Pemkab Jember untuk memastikan santri mendapatkan porsi perhatian dan keadilan yang sama dengan elemen masyarakat lain,” tegasnya.

Gus Fawait menyebut, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan berhenti pada pengakuan terhadap peran historis santri.

Salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Jember adalah memperluas cakupan program beasiswa daerah periode 2025–2029 dengan memasukkan kategori khusus bagi santri. Kebijakan ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda pesantren untuk melanjutkan pendidikan.

Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada para penggerak kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Pemkab Jember memberikan insentif kepada guru ngaji, baik Muslim maupun non-Muslim, serta marbot. Pemerintah daerah juga memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Mulai 2026, dukungan tersebut diperluas melalui pemberian insentif kepada ketua kelompok pengajian. Mereka dinilai memiliki peran dalam menjaga aktivitas keagamaan sekaligus membina kehidupan sosial masyarakat.

Di sektor pelayanan publik, Gus Fawait turut menyoroti kebijakan pengalihan anggaran operasional kendaraan dinas pejabat untuk mendukung sektor kesehatan. Melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, warga ber-KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan program yang berlaku.

Pemkab Jember juga menghadirkan Mobil Cinta, layanan pengantaran pasien pulang secara gratis bagi pasien tidak mampu kelas III di rumah sakit daerah. Program ini ditujukan untuk membantu pasien yang membutuhkan dukungan transportasi setelah menjalani perawatan.

Bagi Gus Fawait, berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membuktikan bahwa latar belakang pesantren tidak menjadi penghalang untuk memimpin pemerintahan dan menghadirkan pelayanan bagi masyarakat luas.

Ia menegaskan, penyampaian sejumlah program pemerintah dalam momentum HSN bukan untuk membanggakan diri, melainkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus motivasi bagi generasi santri agar percaya diri mengambil peran di berbagai bidang.

“Santri disuruh mengaji bisa, ceramah mampu, dan memimpin daerah pun sanggup. Jangan pernah ragu atau minder menjadi bagian dari santri,” ujarnya.

Malam puncak HSN 2026 tersebut sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Santri di Kabupaten Jember yang telah berlangsung sejak 10 Oktober 2026. Lebih dari sekadar seremoni, momentum ini menjadi pengingat bahwa penghormatan terhadap santri perlu diwujudkan melalui kesempatan pendidikan, perlindungan sosial, dan pelayanan publik yang inklusif.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!