BANYUWANGI – Jejakindonesia.news // Seorang pria berinisial E (52) warga Kecamatan Giri, Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia secara mendadak saat berada di dalam ruangan karaoke salah satu tempat hiburan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Glagah. Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat malam, 22 Mei 2026.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui datang ke lokasi seorang diri sejak siang hari, namun takdir berkata lain, beberapa jam kemudian nyawanya tak tertolong. Kapolsek Glagah, AKP Edy Jaka Supa’at, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, pihak kepolisian menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.00 WIB. Tanpa menunda, petugas Polsek Glagah langsung bergerak ke lokasi didampingi Tim Identifikasi TKP (Inafis) dari Polresta Banyuwangi guna melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami bersama Tim Inafis langsung menuju lokasi guna melakukan pemeriksaan dan penyelidikan awal,” ujar AKP Edy Jaka Supa’at saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (23/05/2026).
Dari keterangan saksi-saksi di lokasi, korban tiba di tempat tersebut sekitar pukul 13.55 WIB mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam. Sesampainya di sana, korban langsung masuk ke salah satu ruangan karaoke dan memilih menyendiri untuk beberapa jam. Baru pada pukul 15.15 WIB, seorang pemandu lagu berinisial M masuk menemani korban, turut hadir pula seorang operator lagu yang bertugas mengatur peralatan musik. Selama di dalam ruangan, korban terlihat menikmati hidangan berupa kopi dan teh tawar. Selain minuman, korban juga sempat mengonsumsi satu butir vitamin, dan menjelang sore ia juga makan martabak bersama saksi yang menemaninya.
Kondisi korban mulai mengkhawatirkan sekitar pukul 18.45 WIB. Saat hendak bangkit berdiri dari kursi kayu yang didudukinya, tubuh korban tiba-tiba terlihat sangat lemas dan tak bertenaga. Melihat kondisi itu, saksi langsung membantu membaringkan kembali tubuh korban ke kursi.
“Saksi sempat keluar ruangan sebentar untuk meminta bantuan. Namun saat kembali masuk ke dalam bersama operator lagu, korban sudah tergeletak tak berdaya di lantai ruangan,” jelas AKP Edy
Tim medis yang dikerahkan ke lokasi segera melakukan pengecekan awal, namun nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal di tempat. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Instalasi Kamar Jenazah RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim dokter di rumah sakit menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, luka memar, atau bekas benturan pada seluruh bagian tubuh korban.
Menurut keterangan keluarga yang diterima penyidik, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit kolesterol dan sering mengeluh pusing. Meski demikian, pihak keluarga menegaskan korban tidak memiliki riwayat penyakit berat atau kronis lainnya.
“Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Glagah bersama Satreskrim Polresta Banyuwangi,” tegas AKP Edy.
Sementara itu, pihak keluarga korban diketahui telah membuat surat pernyataan resmi yang isinya menolak dilakukan autopsi atau pemeriksaan lebih mendalam terhadap jenazah almarhum.
(****)













