JEMBER – jejakindonesia.news||Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember terus mengedepankan langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Salah satunya melalui kampanye edukatif bertajuk “Stop Tawuran Antar Perguruan Silat”, sebagai bentuk ajakan kepada seluruh pesilat untuk menjunjung tinggi nilai persaudaraan, sportivitas, serta menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Kasat Reskrim Polres Jember, Iptu Ario Senopati Joyonegoro, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan budaya Indonesia yang mengajarkan kehormatan, disiplin, pengendalian diri, sportivitas, dan jiwa ksatria. Karena itu, nilai-nilai luhur tersebut tidak boleh dinodai dengan aksi tawuran maupun permusuhan antarperguruan.
“Silat adalah warisan budaya, bukan ajang permusuhan. Jangan kotori nilai luhur pencak silat dengan tawuran. Perbedaan antarperguruan harus menjadi semangat untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” tegas Iptu Ario Senopati Joyonegoro, S.Tr.K., S.I.K., Rabu (22/7).
Menurutnya, aksi tawuran tidak hanya merugikan para pelaku, tetapi juga berdampak pada keluarga, nama baik perguruan, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat. Bahkan, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Iptu Ario menambahkan, seorang pesilat sejati bukan diukur dari kemampuannya mengalahkan lawan di jalanan, melainkan dari kemampuannya mengendalikan emosi, menghormati sesama, menjunjung tinggi etika, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Melalui kampanye ini, Satreskrim Polres Jember juga mengajak seluruh anggota perguruan silat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun prestasi, menjaga persaudaraan, menolak segala bentuk tawuran, provokasi, maupun penyebaran ujaran kebencian. Selain itu, para pesilat diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks.
Polres Jember juga menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, pelatih, pengurus perguruan silat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda agar terhindar dari konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Satreskrim Polres Jember berharap seluruh perguruan silat di Kabupaten Jember dapat terus menjadi mitra strategis Polri dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. Dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan, perbedaan antarperguruan diharapkan menjadi kekuatan untuk meraih prestasi dan melestarikan budaya bangsa, bukan menjadi pemicu perpecahan.
Melalui semangat “Bersatu dalam Persaudaraan, Berprestasi dalam Kehormatan, Bersama Menjaga Kamtibmas,” Polres Jember mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehormatan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang mengedepankan etika, persatuan, dan kedamaian demi terwujudnya Kabupaten Jember yang aman, tertib, dan harmonis.













