BANYUWANGI – Jejakindonesia.news // Ketua Umum Fast Respon (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menegaskan bahwa hubungan komunikasinya dengan pimpinan Polri lebih banyak dimanfaatkan untuk menyampaikan laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota, bukan untuk kepentingan meminta atau menitipkan jabatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Flores saat berada di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat malam (26/6), di kawasan Lapangan Lugjag.
Menurut Agus Flores, Listyo Sigit Prabowo lebih mengapresiasi laporan yang disampaikannya mengenai oknum polisi yang diduga bermasalah dibandingkan permintaan yang bersifat pribadi.
> “Yang disukai Bapak Kapolri adalah ketika saya menyampaikan laporan terkait oknum yang bermasalah, bukan menitipkan jabatan melalui saya. Lihat saja, hampir semua laporan informasi yang saya sampaikan ditindaklanjuti,” ujar Agus Flores.
Selain menyinggung soal komunikasi dengan Kapolri, Agus Flores juga menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan acara Shalawat Akbar dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Polri yang akan digelar di Banyuwangi.
Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kapolri agar Nanang Avianto dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut dan tidak diwakilkan.
> “Saya sudah sampaikan kepada Bapak Kapolri agar Bapak Kapolda Jawa Timur hadir sebagai tuan rumah di wilayah Banyuwangi, dan saya juga berharap beliau tidak diwakili,” kata Agus Flores.
Menurut Agus Flores, kehadiran unsur pimpinan Polri, baik dari Mabes Polri maupun Polda Jawa Timur, diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan kebersamaan.













