BANYUWANGI – jejakindonesia.news||Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan rusak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi diduga semakin memuncak. Pada Senin (13/07/2026), sejumlah warga memasang batang pisang dan penanda di beberapa titik jalan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang dinilai telah lama belum mendapatkan penanganan dari pihak terkait.
Jalan yang mengalami kerusakan tersebut merupakan akses penghubung Dusun Pelantaran menuju Dusun Krajan, sekaligus menjadi jalur utama menuju Perkebunan Bumi Sari dan PLTMH Songgon. Warga menilai kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan rasa kecewanya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat telah menjalankan kewajiban membayar pajak, namun infrastruktur jalan yang menjadi akses utama warga belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Percuma bayar pajak kalau jalannya tidak bisa dibuat bagus atau malah hancur total,” ujar warga tersebut.
Sebagai bentuk protes, warga juga mengimbau para pengguna jalan agar tidak melintasi akses masuk Desa Bayu, terutama kendaraan roda empat. Menurut keterangan warga, mobil diminta untuk memutar arah atau kembali karena kondisi jalan dinilai membahayakan serta sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah.
Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi turut menyoroti kondisi jalan rusak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Menurut AWI DPC Banyuwangi, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Dusun Pelantaran dengan Dusun Krajan, sekaligus menjadi jalur menuju Perkebunan Bumi Sari dan PLTMH Songgon. Organisasi tersebut berharap Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dapat segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah nyata berupa perbaikan jalan. Mengingat jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat menuju Perkebunan Bumi Sari dan PLTMH Songgon, penanganannya dinilai sangat mendesak demi keselamatan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun instansi terkait mengenai kondisi jalan maupun tindak lanjut atas aspirasi warga. Media membuka ruang hak jawab kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait apabila ingin memberikan klarifikasi atau penjelasan sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.
Di sisi lain, warga juga berharap Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dapat turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan di Desa Bayu. Menurut warga, ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Dusun Pelantaran dengan Dusun Krajan serta menjadi jalur menuju Perkebunan Bumi Sari dan PLTMH Songgon. Warga berharap hasil pengecekan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan perbaikan jalan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat.













