Jember – Jejakindonesia.news // Kabupaten Jember mulai membangun fondasi baru bagi pengembangan ekonomi kreatif. Soft launching Jember Creative Centre (JCC) yang digelar di Gedung Jember Nusantara, Minggu (26/7/2026), menjadi penanda dimulainya sebuah ruang kolaborasi yang ditujukan untuk menyatukan para pelaku industri kreatif dan UMKM dalam satu ekosistem.
Tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, JCC dipersiapkan sebagai pusat pengembangan talenta, inkubasi usaha, hingga pendampingan bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai bidang. Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif beserta sektor olahraga akan berhimpun dalam wadah tersebut.
Direktur Umum JCC, Irfan Kharisma Putra, mengatakan JCC lahir dengan semangat membangun kreativitas yang independen dan bebas dari kepentingan politik. Menurutnya, seluruh aktivitas di dalam JCC harus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan usaha kreatif.
“JCC ini kami siapkan sebagai rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif. Fokus kami adalah memfasilitasi kebutuhan mereka untuk berkembang, bukan menjadi ruang kepentingan politik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, setelah tahap soft launching, JCC akan menggelar grand launching pada Desember 2026.
Momentum tersebut direncanakan menghadirkan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Selain dukungan pemerintah pusat, JCC juga tengah menjalin komunikasi dengan Komisi VII DPR RI, Bank Indonesia, perbankan Himbara, hingga perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat sarana, prasarana, dan pembiayaan kegiatan.
Salah satu layanan yang disiapkan adalah penyediaan ruang kerja bagi pelaku usaha kreatif yang belum memiliki kantor, termasuk pendampingan legalitas dan pengembangan usaha.
Saat ini, sekitar 115 anggota dari berbagai komunitas telah bergabung dan mewakili seluruh subsektor ekonomi kreatif. Ke depan, JCC juga akan melibatkan generasi muda, termasuk Gus dan Ning Jember, sebagai mitra promosi potensi daerah.
Tak hanya menjadi pusat aktivitas komunitas, JCC juga menyiapkan program pelatihan, pendidikan, hingga pendampingan UMKM. Fokus utamanya adalah membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas merek, desain kemasan, serta strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, menyebut keberadaan JCC menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing UMKM lokal.
Menurutnya, pemerintah berharap JCC berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menyediakan fasilitas seperti rumah kemasan, rumah produksi, hingga pendampingan promosi produk.
“Anak-anak muda kreatif yang tergabung di JCC diharapkan bisa mendampingi UMKM, mulai dari pembuatan foto produk, promosi digital, hingga peningkatan kualitas produk. Ini akan menjadi nilai tambah bagi UMKM Jember,” katanya.
Dengan konsep kolaborasi tersebut, JCC diharapkan tidak hanya menjadi gedung aktivitas komunitas, tetapi mampu menjelma sebagai pusat lahirnya inovasi, kolaborasi, dan wirausaha kreatif baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Jember.
(Dodik)













