Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Kejar Anggaran Pusat Rp500 Miliar, Gus Fawait Bidik Penguatan Kesehatan dan Ekonomi Nelayan Jember

JEMBER – Jejakindonesia.news || Upaya Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat pembangunan daerah tak hanya bertumpu pada kemampuan anggaran daerah. Bupati Jember, Gus Fawait, memperkuat koordinasi dengan sejumlah kementerian di Jakarta untuk membuka akses program dan pendanaan pemerintah pusat, dengan total anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp500 miliar.

Langkah tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sejumlah sektor menjadi sasaran utama, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan, pengembangan perikanan, hingga penguatan peternakan rakyat yang diharapkan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Salah satu fokus utama adalah pembenahan fasilitas kesehatan. Pemkab Jember memastikan program revitalisasi puskesmas dan rumah sakit ditargetkan mulai berjalan pada 2027, dengan dukungan anggaran sekitar Rp400 miliar.

Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan medis, termasuk pemenuhan kebutuhan alat kesehatan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih layak dan mudah dijangkau.

Selama ini, Pemkab Jember telah menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses kesehatan masyarakat. Di antaranya Universal Health Coverage (UHC), layanan home care melalui pendekatan dokter keluarga, serta Mobil Cinta yang membantu mengantar pasien tidak mampu kelas III pulang dari rumah sakit tanpa biaya.

Menurut Gus Fawait, peningkatan fasilitas kesehatan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses layanan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan berobat, tetapi juga didukung fasilitas dan peralatan medis yang memadai.

Selain kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat pesisir juga menjadi perhatian dalam koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemkab Jember menyebut memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp100 miliar untuk tahun 2026 dan 2027 guna mendukung pengembangan sektor perikanan.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan tangkap dan budidaya. Programnya antara lain bantuan alat penangkapan ikan bagi nelayan serta pengembangan desa-desa perikanan air tawar.

Sektor ini dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru di pedesaan. Pemerintah daerah berharap bantuan yang disalurkan dapat menyentuh pelaku usaha perikanan secara langsung, terutama masyarakat yang membutuhkan penguatan ekonomi.

Gus Fawait juga menjajaki sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan potensi peternakan unggas, domba, dan sapi di Jember. Pengembangan sektor tersebut dipandang strategis karena perekonomian daerah masih ditopang oleh pertanian dan peternakan rakyat.

Pemkab Jember menargetkan peternak di pedesaan menjadi salah satu kelompok prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penguatan usaha peternakan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas sumber pendapatan keluarga, dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.

Bagi Pemkab Jember, koordinasi lintas kementerian ini bukan sekadar upaya memperoleh tambahan anggaran, melainkan juga bagian dari strategi mempercepat pemerataan pembangunan. Sektor kesehatan menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup, sementara perikanan dan peternakan diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Melalui berbagai sinergi dengan pemerintah pusat, saya berkomitmen untuk terus berjuang seiring dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan demi mewujudkan visi besar Jember Baru dan Jember Maju,” ungkap Gus Fawait.

Dukungan anggaran sekitar Rp500 miliar tersebut menjadi peluang bagi Jember untuk mempercepat sejumlah program prioritas. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap alokasi diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran, terlaksana sesuai jadwal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!