Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250
Polri  

Satpolairud Polresta Banyuwangi Giat Patroli Di Pelabuhan Muncar

Banyuwangi – Jejakindonesia.news || Di tengah aktivitas perbaikan kapal nelayan di Pelabuhan Muncar, kehadiran Satpolairud Polresta Banyuwangi kembali menegaskan satu hal: keselamatan nelayan adalah prioritas yang tak bisa ditawar.

Pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 09.27 WIB hingga selesai, kegiatan Bimbingan Masyarakat (Bimmas) Perairan dilaksanakan langsung di atas kapal KMN Sahabat, wilayah Pelabuhan Muncar. Kegiatan ini berada di bawah kendali Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, dengan pelaksana di lapangan:

Aipda I Wayan Wedhana (Kanit Satpolairud Unit Muncar) Di atas geladak kapal yang sedang dalam proses perbaikan palka, Bripka I Wayan Wedhana tidak hanya hadir sebagai aparat, tetapi juga sebagai sahabat nelayan. Ia berdialog langsung, mendengar, sekaligus memberikan edukasi yang menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.

Dalam himbauannya, ia menegaskan:

“Keselamatan saat melaut bukan sekadar formalitas. Gunakan alat keselamatan, lengkapi kapal dengan perlengkapan darurat, dan jangan pernah abaikan cuaca. Lebih baik menunda berlayar daripada mempertaruhkan nyawa.”

Adapun pesan penting yang disampaikan kepada para nelayan:

Wajib menggunakan alat keselamatan berlayar saat melaut.

Kapal harus dilengkapi peralatan. keselamatan standar untuk antisipasi laka laut.

Selalu memantau kondisi cuaca sebelum berangkat.

Tidak memaksakan melaut saat cuaca buruk.

Kegiatan ini disambut positif oleh kelompok nelayan setempat. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan lebih memahami pentingnya keselamatan serta kelengkapan dokumen pelayaran.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi yang telah menurunkan anggota, khususnya Satpolairud. Kami jadi lebih paham pentingnya keselamatan dan aturan saat melaut,” ungkap salah satu nelayan.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., kembali menegaskan komitmen jajarannya:

“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu berhati-hati dalam pelayaran dan penangkapan ikan. Keselamatan adalah yang utama, dan kelengkapan dokumen serta alat keselamatan wajib dipenuhi.”

Beliau juga menambahkan pesan penting yang tak kalah krusial:

“Jangan membuang sampah ke laut. Laut adalah sumber kehidupan—menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama.”

Kehadiran polisi di atas kapal menjadi bukti bahwa negara hadir hingga ke ruang-ruang kerja nelayan. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga pulang dengan selamat.

Mari jaga ekosistem laut, patuhi keselamatan, dan bersama-sama kita jaga Banyuwangi serta Jawa Timur tetap aman, lestari, dan sejahtera. (GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *